Bandros Atta Khas Sukabumi yang Legendaris

bandros atta sukabumi

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Selain kue Mochi, di kota Sukabumi  terdapat kuliner favorit di malam hari, yaitu bandros dan bandrek. Karena itu jika anda sedang wisata ke Sukabumi, anda bisa singgah untuk mencoba kehangatan bandros dan bandrek di Bandros Atta yang buka mulai pukul 08.30 malam – 06.00 pagi.

Bandros Atta berlokasi di Jalan Gudang No. 4. Persisnya, sekitar 15 meter saja dari perempatan lampu merah. Karena itu banyak juga yang menyebutnya Bandros Gudang.

Bandros adalah panganan berupa kue berbahan utama tepung terigu, telur, mentega, gula, dan parutan kelapa. Meski terbuat dari adonan yang sederhana, tapi saat dikunyah sangat terasa lembut dan gurih, membuat panganan ini sangat banyak penggemarnya. Sementara Bandrek adalah minuman yang terbuat dari campuran gula merah dan jahe, ditambah dengan sedikit rempah-rempah untuk menambah aroma dan rasa yang dapat menggugah selera. Panganan dan minuman khas Sukabumi ini paling pas dinikmati saat panas atau hangat.

bandros attabandros coklat dan keju

Di sini ditawarkan beragam menu Bandros, seperti rasa original, coklat, keju, atau coklat keju. Harga Bandros pun cukup terjangkau, hanya kisaran Rp10.000 – Rp18.000 saja. Selain itu ada menu pelengkap lainnya, seperti telur ayam kampung setengah matang, kopi, teh, STMJ, dan air jeruk.

Baca Juga: Kue Mochi Kaswari Lampion Khas Sukabumi

Suasana bandros atta

Bandros Atta tempatnya hanya di emperan toko, luasnya kurang lebih 1,5 x 3 meter persegi. Untuk duduk di sekitarnya, hanya tersedia empat bangku kayu sepanjang satu meteran, serta beberapa pasang bangku plastik sekedarnya.

Tapi walaupun hanya berjualan di emperan toko, setiap harinya tidak kurang dari 100 pelanggan singgah untuk menghangatkan badan di Bandros Atta ini.

Bandros Atta, selain terkenal karena kekhasan rasa dari resep bandrosnya, juga menjadi legendaris karena tempat itu sudah buka dari tahun 1950-an oleh Mbah Atta. Dan saat ini sudah generasi ketiga yang meneruskan usaha rintisan Mbah Atta itu. (DK)