Doa dan Konser Slank & Friends Untuk Korban Tsunamy

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Haru biru rakyat Indonesia kala bencana alam silih berganti menimpa tanah tercinta. Bumi terkoyak, ombak menyibak garang. Ribuan nyawa pun terenggut sebagaimana yang terjadi di Palu, Donggala, Sulawesi Tengah. Pelbagai pihak dengan berbagai cara menunjukan empati untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Slank & Friends pun menggelar konser musik Solidaritas Untuk Indonesia. Gelaran ini akan banyak melibatkan musisi, politisi, pebisnis maupun tokoh masyarakat yang peduli dan berempati dengan korban gempa dan tsunami.

Konser ini sebagai bentuk empati pada pada korban gempa dan tsunamy di Palu dan Donggala diinisiasi Ir. Setiabudi A.C Nurdin atau yang lebih kondang dipanggil Budi AC dengan Penanggung Jawab Bunda Slank – Iffet Veceha Sidharta – dengan penasehat Bimbim, Abdee, Kaka, Ridho, Ivanka dan Denny Ramadhani.

Ada dua proyeksi kegiatan yang digulirkan. Helatan pertama, Minggu (7/10/2018) akan ada Doa dan Pengumuman nomor rekening sumbangan di Markas Slank Potsjam yang terletak di Jl. Potlot III, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Selain Slank hadir juga Once, Glenn Fredli, Ruth Sahanaya, Addie MS, Tony Q, Candil, Sandy Andarusman, Bara Suara, Sandy Canester, Putri Patricia, Paquita Widjaya, GIGI, Palu Allstara, Oppie Andaresta, Bertha Otte Abadi e Lilis, Zarro, Rival Himran, John Paulivan, Joy Thobing, Corr Pamela, Zian Zigaz, Izzy Diagla, Gibrant e Vila dan beberapa artis lainnya. Panitia juga mengundang beberapa anggota dewan dan tokoh masyarakat. Hadir juga pemuka agama seperti Ust. Solwh Sofyan, Hody Suowebejo dan Al Zastrow Al Ngatawi.

Poin of Viewnya adalah doa bersama Slank, artis, tokoh masyarakat, Slankers untuk Sulawesi Tengah. “Supaya mendatangkan bantuan yang besar sekaligus membuat suasana hati bisa lebih baik dari yang sekarang. Tidak lagi bersedih karena duka ini. Juga agar bencana itu tidak terjadi lagi,” kata Budi yang juga bacaleg ini.

Budi berharap Slank mau nyanyi lagu yang menyejukan hati. “Kami ingin Slank menyanyikan lagi Tananggu Kaili. Itu lagu khas masyarakat Palu, Donggala dan Sigi. Slank pernah menyanyikan lagu ini waktu konser dulu,” imbuhnya lagi.

Berikutnya Konser Solidaritas Untuk Indonesia Bersama Slank di TVRI pada 10 Oktober 2018. Gelaran acara dimulai pada pk.19.00 WIB. Sedangkan Live pada pk 21.30 hingga 22.30 WIB. Sebagian besar artis yang hadir pada Hari Minggu (7/10) juga akan beraksi di TVRI.

Dalam konser amal ini akan asa lelang lagu, lelang suara, lelang merchandise, hingga bisa juga ada yang menawarkan gitar, baju dan sebagainya. Selain itu panitia juga akan menjual baju dengan logo Konser Solidaritas Untuk Indonesia. Hasilnya juga akan disumbangkan. Bahkan di webside Slank nama penyumbang akan muncul sebagai bentuk pertanggung jawaban. Dan ini juga untuk menjaga transparansi. Jadi dana yang masuk dan yang di keluarkan akan diumumkan secara terbuka.

Lalu bagaimana dengan operasionalnya? Menurut Budi rujukannya adalah aturan agama dan nasional. Dana yang disumbangkan jauh lebih besar dari kebutuhan operasional. Lalu kenapa mengajak Slank? Menurut Setiabudi, karena dengan melibatkan Slank semua kegiatan ini akan menjadi berita dan cerita yang bisa mendatangkan banyak sumbangan.

“Jadi Konsep dasar dari penyelenggaraan acara solidaritas Indonesia adalah sebagai forum peduli untuk Sulawesi Tengah. Insya Allah nanti solidaritas Indonesia untuk daerah lain yang terkena bencana juga akan kita bikin. Tapi mudah – mudahan ini yang terakhir terjadinya bencana,” kilah Setiabudi.

Jadi solidaritas Indonesia ini, lanjut Setiabudi, sejatinya terbentuk secara spontan karena prihatin dengan daerah daerah yang mengalami bencana. Ini dimaksudkan untuk menggalang dana dari masyarakat yang dihimpun melalui transfer ke nomor rekening yang sudah disediakan. Tapi pada saat yg bersamaan juga digalang dana melalui kotak amal saat acara berlangsung, sekaligus juga menyelanggarakan lelang.

“Karena acaranya dalam bentuk konser musik, jadi acaranya akan ada lelang suara atau lelang lagu dari artis penampil kepada para undangan. Kami berharap mereka antusias dengan cara lelang lagu ini,” urai kakak kandung Abdee Slank ini.

Nah, hasil penggalangan dana tadi akan disalurkan melalui beberapa cara. Tapi yang paling utama adalah memberikan bantuan cash money. “Untuk satu keluarga yang mengalami korban bencana dapat 1 juta rupiah. Apa lagi keluarga itu ada yg meninggal dunia. Itu akan jadi kuota per keluarga. Itu target kita, misalkan kita berhasil mengumpulkan 100 juta berarti 100 keluarga,” kata Budi.

Tapi disaat yg bersamaan ketika ada keluarga yang tidak membutuhkan fresh money, tapi lebih membutuhkan barang, alat alat mandi maka akan dibelikan sebesar 1 juta. Jadi uang 1 juta itu dikonvensi menjadi barang yg mereka butuhkan.

Menurut Budi, donasi di transfer ke nomor rekening Soidaritas Indonesia Bersama Slank atas nama bunda Ifet Veceha Sidharta bunda. Akun itu bukan akun lama tapi akun yang baru dibuka di MANDIRI, BRI, BCA. Akun itu akan disebarkan ke masyarakat untuk menyumbang jadi menyumbang untuk solidaritas Indonesia dan Slank yg menjadi ujang tombak dari kegiatan ini.

“Jadi saya sebagai inisiator dengan teman teman yang tergabung dalam solidaritas Indonesia mengajak Slank. Kenapa? Karena dengan slank ini jadi cerita dan jadi berita sehingga banyak orang yg nyumbang. Beberapa kelompok dan relawan yang menggalang dana ada yang sudah mendapat belasan milyar. Bahkan ada yang belum konser sudah dapat 9 milyar. Jadi kita seneng dan bisa kita arahkan semua rame rame ke Sulawesi Tengah. Ini sangat membantu. Apalagi Palu kan kampung halaman saya. Waktu di Aceh,Yoga, Lombok saya ikut terlibat. Apalagi di kampung halaman sendiri. Kita bersyukur Slank menyambut konser ini. Bahkan memberikan kita ruang untuk acara doa bersama sekaligus menjadi tempat penerimaan barang,” kata Budi lagi.

Dari jumlah sumbangan yang diterima nanti, Budi menapsirkan bisa memberikan 1 juta rupiah untuk 1 korban. Bila masih ada dana tersisa, panitia akan bikin trauma hiling untuk anak anak. Bahkan bila mencapai ratusan milyar bukan tidak mungkin bisa untuk membangun sekolah. ” Pokoknya semua dana akan kita habiskan untuk membantu saudara saudara kita,” pungkas pria yang juga berprofesi sebagai wartawan ini.

Sedangkan menurut Dhenny Ramadhani dari Manajen Slank, Latat belakang membuat konser untuk korban gempa, karwna memang sejak awal Slank selalu terlibat setiap kali ada bencana yang cukup besar di Indonesia, seperti yang terjadi di Aceh, Yogya, Lombok dann sekarang di Palu serta Donggala (Sulut).

Komitmen Slank akan membantu para korban baik secara pribadi atau grup. Baik dalam bentuk materi atau penampilan. Itu sudah dilakukan. Bahkan ada dibeberapa tempat turun langsung untuk mengkordinir. Baik membuat acaranya atau menyalurkan langsung bantuan.

Alasan selanjutnya juga karena slankers ada dimana mana. “Mereka juga kita himbau membuat kegiatan kecil untuk penggalangan dana yang nantinya disalurkan melalui management. Jadi keterlibatan Slank dengan charity sudah sangat lama,” jelas Dhanny.

Slank sudah komit kalau ada charity untuk bencana akan membantu. “Bahkan di management memang ada pos untuk itu. Charity yang sekarang ini bukan karena Abdee dari Donggala. Pokoknya kalau ada waktu Slank selalu siap membantu. Apalagi Slank kan sudah beberapa kali konser di Palu,” tandas Dhanny.

Tapi memang tidak bisa dipungkiri juga kedekatan dengan Slankers Palu karena Abdee anak Palu. “Jadi kalau main disana seperti pulang kampung aja. Jadi Slank merasa deket banget. Khususnya Palu dan Donggala,” tutup Dhany.

Ismail Sidik