Yuk Menjelajah Goa Gong yang Terindah se-Asia Tenggara

Goa Gong yang Terindah se-Asia Tenggara

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Siapa sangka Pacitan yang sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan kapur, dan terkenal dengan sebutan kota 1001 goa. Ternyata salah satu goanya yang dikenal dengan nama ‘Goa Gong’ sangat terkenal keindahannya se-Asia Tenggara.

Goa Gong berada di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, didalamnya menyajikan pemandangan ornamen-ornamen yang membentuk formasi batuan stalagtit dan stalagmit yang terbentuk dari proses alam yang indah dan menakjubkan.

Menurut para ilmuwan, terciptanya Goa Gong berasal dari aktivitas vulkanik dan pergerakan termik yang terjadi sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.

Goa dengan kedalaman sekitar 300 meter ini, memiliki tujuh ruangan dengan lima sendang, yaitu: Ruang Sendang Bidadari, Ruang Bidadari, Ruang Kristal, Ruang Marmer, Ruang Sendang Kamulyaan, Ruang Pertapaan dengan Sendang Larung Nisto, dan Ruang Batu Gong dengan Sendang Panguripan dan Sendang Cambirobo.

Keindahannya goa ini akan tampak saat kita menjelajah sampai di ujung lorongnya, sebuah ruangan yang membentuk kubah sepanjang 100 m, dengan lebar 15 hingga 40 meter dan tinggi antara 20 hingga 30 meter akan membuat kita berdecak kagum. Ketika itu baru kita paham kenapa Goa Gong ini disebut sebagai goa terindah se Asia Tenggara.

Demi kenyamanan para pengunjung menjelajahi Goa ini, Pemerintah Daerah setempat telah membuat anak tangga, pagar pengaman, penerangan warna-warni, kipas angin, serta fasilitas yang cukup memadai guna mendukung Goa Gong menjadi tempat wisata yang nyaman dan pantas untuk dkunjungi.

Untuk menikmati pesona keindahan Goa Gong, jam operasionalnya mulai pukul 09.00 hingga 17.00, dengan tarif masuk sebesar Rp5.000-Rp15.000/orang. Untuk penerangan tambahan bisa sewa senter dengan tarif Rp5.000, lalu jika memerlukan guide tarifnya Rp30.000.

Baca Juga: Umbul Siblarak, Kawasan Wisata Asri dan Alami

Sejarah Goa Gong

Menurut cerita dari warga setempat, Goa Gong ditemukan pada sekitar tahun 1924. Ketika itu Pacitan sedang mengalami kemarau yang berkepanjangan dan sangat sulit untuk memperoleh air. Kemudian ada dua warga yang bernama Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo berusaha mencari sumber mata air guna memenuhi keperluan mereka, lalu mereka menemukan goa tersebut. Setelah ditelusuri, akhirnya kedua warga tersebut menemukan sumber mata air yang bisa dimanfaatkan oleh mereka dan warga lainnya.

Penamaan Goa ini menjadi Goa Gong diambil dari misteri yang dahulu sempat menyelimuti dan menghantui warga setempat. Menurut ceritanya, bahwa warga setempat sering mendengar suara mistis yang menyerupai suara tabuhan gong yang berasal dari dalam goa.

Namun secara ilmiah para ilmuwan menjelaskan, “bahwa suara-suara tersebut tercipta karena adanya tetesan air yang jatuh menimpa formasi batuan stalagtit dan stalagmitnya, ditambah dengan pantulan gema, maka jadi timbul suara yang mirip gong.”

Ada juga yang mengatakan, beberapa batu di dalam goa jika diketuk akan mengeluarkan suara yang mirip dengan suara alat musik gamelan Jawa tersebut. (DK)