Hot Deals Jadi Tumpuan Pariwisata Indonesia

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Hot deals digadang gadang jadi tumpuan pariwisata Indonesia. Menteri Pariwisata Arief Yahya menguraikan, bahwa hot deals adalah menerapkan konsep sharing economy, yaitu menjual barang atau jasa yang tidak laku atau excess capacity dengan memberikan diskon pada unsur 3A (Aksesibilitas, Atraksi, dan Amenitas), sehingga menarik bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan.

“Dengan harga yang sangat murah akan menggugah wisatawan yang semula tidak ada rencana berwisata, dengan adanya Jakdeals ViWI 2018 akhirnya mau datang ke Jakarta,” jelas Arief Yahya.

Menurut Menpar, pada dasarnya semua produk barang dan jasa akan ada masa low seasons, sehingga perlu dilakukan bundling atau hot deals agar tetap ada penjualan, “Kalau di Jakarta sebagai kota bisnis, waktu low seasons saat weekend. Berbeda dengan Kepri waktu low seasons saat weekdays, sehingga waktu penerapannya berbeda,” kata Arief Yahya.

Baca Juga : Park 5 Hotel Cilandak, Hadir Sebagai Rumah Kedua

Arief Yahya menegaskan, kunci sukses dari pelaksanaan Jakdeals adalah pada harga jual yang harus bersaing (bundling), dengan paket hotdeals yang dijual oleh negara pesaing di kawasan ASEAN, seperti Malaysia dan Thailand. Sebagai perbandingan, Malaysia mengeluarkan hot deals untuk paket wisata 3 hari 2 malam dengan fasilitas hotel bintang hanya Rp 2,2 juta hingga Rp 2,6 juta. Sedangkan Thailand lebih mahal sedikit Rp 2,4 juta hingga Rp 2,8 juta.

 

Ismail Sidik