Matta Fair 2018

MATTA Fair 2018 Kuala Lumpur, Upaya Genjot Wisatawan dari Malaysia

TRAVELOUNGE.CO I KUALA LUMPUR – Keikutsertaan Indonesia di Malaysian Association of Tour and Travel Agents disingkat MATTA Fair 2018,  Kuala Lumpur, Malaysia pada 16-18 Maret  diakui oleh Kementerian  Pariwisata sebagai ajang promosi dalam menggenjot wisatawan asal Malaysia ke Indonesia dan mendukung  pencapaian target 20 juta kunjungan pada 2019.

Dalam ajang MATTA fair ini, Kemenpar juga menekankan program Wonderful Indonesia sebagai tuan rumah event berskala internasional. Strateginya melalui promosi berkelanjutan terhadap event Asian Games 2018 yang berlangsung Agustus 2018 serta event Annual Meeting IMF – World Bank pada Oktober 2018.

Bersama industri-industri ternama dari Indonesia, Kemenpar memang ikut gencar berpromosi menawarkan berbagai paket wisata yang menarik dalam event tahunan tersebut. Sejumlah paket tour disiapkan untuk Asian Games 2018 dalam event MATTA Fair 2018 serta memasang logo IMF – World Bank untuk meningkatkan awareness masyarakat internasional.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, portofolio pariwisata ada tiga yakni wisata alam atau nature (35%), wisata budaya atau culture (60%), dan wisata manmade atau buatan (5%). Tentunya porsi tersebut berbeda di setiap destinasi wisata. Lantas dimana letak wisata kuliner dan shopping? “Culinary and shopping itu ada di wisata budaya. Kuliner itu produk budaya. Sudah dibuat lama, turun temurun, ratusan bahkan ribuan kali dimodifikasi berdasarkan selera customers,” kata Arif.

Konferensi pers MATTA Fair 2018
Konferensi pers MATTA Fair 2018

Menpar juga menjelaskan bahwa setiap destinasi pariwisata setidaknya harus memiliki wisata belanja dan wisata kuliner yang menjadi satu paket. “Karena memang ada karakter wisatawan mancanegara yang setiap berwisata itu mensyaratkan harus ada kuliner dan belanja,” kata Menpar Arief Yahya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menilai Indonesia secara positif. Indonesia siap dengan wisata apapun termasuk wisata belanja.

”Silakan datang, jangan khawatir. Jakarta punya segudang Mall yang berkelas dan berskala dunia, dengan barang-barang branded yang original. Jakarta punya semua, Bandung juga punya ratusan Mall. Di daerah lain juga mallnya sudah bagus,” kata Pitana sumringah.

Sedangkan Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar, Sumarni,  mengatakan Indonesia memiliki 300-an Mall dengan berbagai brand mulai brand kelas atas hingga menengah. Seluruh Mall di Indonesia juga memiliki kualitas yang sangat baik.

“Contohnya saja Gandaria City yang punya luas 95.000 meter persegi Nett Rentable Area (NRA), Kota Kasablanka Jakarta dengan luas 115.000 M2 NRA, St. Moritz Mall dengan hamparan luas 129 ribu M2. Mal yang terbesar di Indonesia itu semua ada di Jakarta. Silahkan kunjungi negara kami,” ujar Sumarni.

Sumarni menambahkan, pertumbuhan Mal di Indonesia sangat bagus dan tersedia bagi kelas menengah maupun kelas atas. ”Untuk urusan muslim friendly, Mal kita juga ready banget. Silahkan tengok Mushollanya, tempat Wudhu bersih, sajadah wangi, serta fasilitas AC. Juga sangat Halal, karena wanita dan pria dibedakan tempat shalatnya. Kami jamin Malaysia yang mayoritas muslim akan terkesan dengan Mall di Indonesia, ” ujarnya.

Ismail Sidik