Sayang, Mendikbud Tidak Hadir di Konser Karawitan Anak Indonesia

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA, 31 Oktober 2018 – Peserta, pengamat dan panitia Konser Karawitan Anak Indonesia 2018 yang diikuti 31 grup mewakili 31 provinsi di Indonesia dan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (GBB-TIM) Jakarta, selama tiga hari, (Kamis s/d Sabtu, 25 – 27 Oktober 2018) menyayangkan tidak hadirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud), Prof. Dr. Muhajir Effendy, di acara ini.

Padahal sejumlah pihak menaruh harapan Menteri dapat hadir, mengingat anak-anak dari Daerah berharap sekali dapat bertemu Mendikbud sebagai sosok utama di dunia pendidikan.

“Anak-anak banyak yang baru pertama kali datang ke Jakarta senang bisa tampil di tempat yang representatif. Mereka senang dapat nginap di hotel bintang. Naik pesawat pun baru pertama kali. Tentu mereka akan lebih senang dapat bertemu pak Menteri Muhajir Effendy dan bisa foto bersama,” ujar Roy Jonsen Girsang, Penata Musik dari grup musik Sekolah SD YPGMI-AN Pancur Batu Deli Serdang, mewakili kontingen Sumatera Utara.

Ketidak hadiran Mendikbud Muhajir Effendy, memang tidak di acara ini saja. Di acara ‘Gelar Tari Anak Indonesia 2018’ yang juga digelar Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, di Istana Anak-anak Indonesia TMII Jakarta, awal bulan lalu juga tidak hadir.

Baca Juga: Konser Karawitan Anak Indonesia 2018, Tanamkan Rasa Seni pada Anak Sejak Dini

“Kehadiran bapak Menteri sebenarnya sudah kami siapkan dan dijadwalkan. Namun karena ada tugas yang lebih mendesak, terpaksa kehadiran beliau diwakilkan,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Konser Karawitan Anak Indonesia 2018, Edi Irawan menjelaskan.

Kasubdit Seni Pertunjukan Kemendikbud ini, menyampaikan rasa gembira karena ‘Gelar Tari Anak Indonesia’ dan ‘Konser Karawitan Anak Indonesia’ dapat berjalan sesuai harapan.

Menurutnya, masyarakat yang tidak mampu mengaktualisasikan seni budayanya akan kehilangan fondasi etik dalam tatanan kehidupan. “Ini adalah upaya bersama untuk menghidupkan spirit kebudayaan yang harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa,” kata Edy.

Ismail Sidik