Tue. Oct 26th, 2021

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Miles Films merilis poster sekaligus mengumumkan penayangan perdana film Paranoia di BIFAN (Bucheon International Fantastic Film Festival) yang berlangsung di Korea Selatan selama 8-18 Juli 2021. BIFAN sendiri merupakan festival film internasional yang diselenggarakan setiap tahun di kota Bucheon, provinsi Gyeonggi. Festival ini pertama kali di gelar pada 1996 silam.

Paranoia bukan film pertama garapan Miles Films yang akan tayang di BIFAN. Sebelumnya, film Pendekar Tongkat Emas (2015) dan Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016) juga pernah tayang di festival bergengsi di Korea Selatan itu.

Dalam poster Paranoia nampak empat pemain utama film tersebut, mereka adalah Lukman Sardi, Nicholas Saputra, Nirina Zubir, dan Caitlin North Lewis. Sampai saat ini belum diketahui karakter apa yang mereka perankan.

Dalam siaran pers pada media, sutradara Riri Riza menjelaskan bahwa Paranoia adalah film drama thriller pertama yang ia garap. Menurutnya, saat ini waktu yang tepat menggarap film drama dengan ketegangan sebagai respons kondisi terkini.

“Dan saya sangat senang karena kesempatan ini sekaligus menjadi satu tahap bagi Miles Films untuk melahirkan karya dengan warna yang baru, yang berbeda dengan film-film yang kami buat sebelumnya,” kata Riri.

BACA JUGA: Menparekraf-Dubes Kazakhstan Gali Potensi Kerja Sama Bilateral di Sektor Parekraf

Nirina sendiri sempat kaget ketika pertama kali menerima skenario Paranoia lantaran sangat berbeda dengan film-film Miles Films sebelumnya. Ia yang sudah menonton Paranoia mengaku film itu mengejutkan.

“Sepanjang film aku dibuat tegang padahal sudah tahu jalan ceritanya. Bangga sekali bisa menjadi bagian dari karya Riri Riza dan Mira Lesmana ini,” kata Nirina Zubir.

Paranoia merupakan film ketiga yang Miles Films umumkan setelah jumpa media dalam rangka perayaan 25 tahun rumah produksi ini. Ide cerita film ini datang dari produser Mira Lesmana dan Riri pada awal Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Lalu Mira dan Riri kemudian menulis skenario Paranoia bersama Jujur Pranoto. Hingga akhirnya penulisan skenario rampung yang dilanjutkan dengan tahap produksi atau syuting.

(Ismail Sidik Sahib)