Sat. Oct 16th, 2021

TRAVELOUNGE.CO | JAKARTA – Panasonic GOBEL terus berupaya melakukan kegiatan positif seperti berbagi kepada masyarakat dalam setiap memperingati Hari Buruh atau yang biasa disebut May Day. Melalui Federasi Serikat Pekerja Panasonic GOBEL (FSPPG) dan Serikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI), Panasonic GOBEL menggelar Bakti Sosial di Yayasan Al-Fajar Berseri pada tanggal 1 Mei 2021 di Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Bekasi.

Bakti Sosial yang digelar berupa pemberian bahan pokok yang akan diberikan kepada 436 Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) dan para Lansia yang dirawat di Yayasan Al-Fajar Berseri. Program Bakti Sosial ini diinisiasi oleh Serikat Pekerja, Pemilik Perusahaan dan Management Kelompok Panasonic GOBEL.

BACA JUGA: Kemenparekraf Ajak IINTOA Kembangkan Potensi Desa Wisata

Djoko Wahyudi, Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel mengatakan, ditengah wabah Covid-19 yang masih melanda Indonesia, peringatan hari buruh masih diperingati dalam situasi yang tak menentu, termasuk juga banyak buruh yang kehilangan pekerjaan serta masalah lainnya. Dalam kondisi sulit ini, kepedulian pada masyarakat merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Apalagi, peringatan Hari Buruh bertepatan dengan Bulan Ramadhan, sehingga membuat Panasonic ingin memperingatinya dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.

“Program ini diharapkan dapat meringankan sedikit beban masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 di Indonesia yang juga tengah  melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan,” kata Djoko Wahyudi.

Viya Arsawireja, Head of Corporate Communication PT. Panasonic Gobel Indonesia mengatakan, Panasonic GOBEL terus berusaha untuk memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia, sehingga kegiatan positif seperti bakti sosial ini diharapkan bisa memelihara hubungan baik antara manajemen, pekerja dan juga masyarakat sesuai dengan tagline Panasonic “A Better Life, A Better World’.

“Lebih dari 10 tahun Panasonic memperingati Hari Buruh dengan berbagai kegiatan positif, karena dengan mengubah kebiasaan Hari Buruh dari aksi demo menjadi kegiatan positif tidak akan menghilangkan spirit buruh dalam memperjuangkan tingkat kesejahteraan. Justru melalui program bakti sosial kali ini, optimisme pekerja semakin meningkat dalam merasakan kebersamaan untuk berjuang dan tidak menyerah dalam membangun perusahaan.” tutup Viya Arsawireja.

(Virnaz Adithya)