Sao Paulo Brasil, Aku Tidak Dipimpin Tetapi Memimpin (2)

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Sao Paulo terkenal sebagai kota multi etnis, dimana yang cukup spesial adalah keturunan etnis Asia ikut pula mewarnai terutama dari etnis Jepang. Bila pada banyak kota besar seluruh dunia memiliki Chinatown atau pemukinan keturunan China, maka di Sao Paulo terdapat Japantown, dengan yang terbesar berada di distrik Liberdade.

Kota Sao Paulo menjadi salah satu bukti sejarah etnis di Brasil yang dimulai ketika suku Indian ditemukan imperialis Portugis pada abad ke-16. Brasil selanjutnya kian ramai dengan kedatangan ras negro Afrika yang dibawa Portugis sebagai budak antara era1500-an dan era 1800-an.

Kemudian negara-negara Eropa lainnya seperti Spanyol, Italia, Jerman, atau Polandia ikut masuk menambah warna pembauran etnis di Brasil. Perkawinan lelaki portugis dengan perempuan indian melahirkan warna mameluco. Blasteran Portugis-Negro menciptakan komunitas mulatto, dan buah percampuran mulatto dengan mameluco melahirkan cafuso.

Lalu pada abad ke-19 dan 20 bangsa Timur Tengah menambah kaya etnis di Brasil. Sejak era 1910-an, kulit kuning Jepang juga ikut mewarnai keragaman bangsa Brasil.

  

Vista da fachada principal da Catedral atau katedral Sao Paulo, serta prasasti Santo Paulus persis di depan katedral.

  

Dengan yang semua yang ada tersebut membuat penghuni kota Sao Paulo sangat bangga dengan kotanya. Apalagi kota Sao Paulo memiliki semboyan yang terdengar hebat. Semboyan kota Sao Paulo berbahasa latin yaitu Non dvcor, dvco yang berarti “Aku tidak dipimpin tetapi memimpin.”

Nama Sao Paulo muncul dari pelafalan bahasa Portugis untuk Santo Paulus, dan nama kota ini merupakan penghormatan kepada sang santo. Warga kota dikenal dengan julukan paulistanos, sedangkan untuk siapa saja dari seluruh negara bagian Sao Paulo disebut paulistas.

   

Katedral Sao Paulo dan interior yang besar dan indah

Satu hal yang pasti, Sao Paulo menyajikan perpaduan rancang bangun antara megapolitan nan modern dengan gaya kuno khas peninggalan kolonialisme Portugal.

Brasil merupakan tanah jajahan Portugis dan menjadi satu-satunya negara di kawasan Amerika Selatan yang dikuasai Portugis, sedangkan negara-negara lain di kawasan yang sama adalah jajahan Spanyol. Karena itu, bahasa resmi Brasil adalah bahasa Portugis.