Ada Sedekah Bumi di Taman Kaldera, Setu Jatijajar

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Sejatinya Bumi memberikan hampir semua kebutuhan manusia. Manusia wajib memberikan apresiasi kepada bumi atas apa yang telah diperolehnya dengan memelihara dan menjaga bumi. Penyadaran itulah yang mendorong digelarnya  Sedekah Bumi  pada Jumat-Sabtu, 17-18 Agustus 2018 di Taman Kaldera, Setu Jatijajar, Desa Jatijajar, Cimanggis Depok.

Dalam Sedekah Bumi ini banyak pertunjukan yang bisa dilihat, semisal Pergelaran Wayang Golek, Wayang Potehi Nusantara, Wayang Beber Metropolitan, Wayang Marawis Rege, Wayang Daun, Lomba Mewarnai Wayang untuk anak-anak,  Musik dan Tari Daerah, pembacaan puisi  serta Pameran/Workshop Hidroponik Pertanian Kota

Sedekah Bumi adalah salah satu upaya manusia untuk menjaga keberlangsungan bumi. Dengan berterima kasih kepada Bumi, manusia telah melakukan kegiatan menjaga lingkungan. Sedekah Bumi dapat dilakukan dengan menggelar acara seperti yang dilakukan oleh leluhur bangsa Indonesia pada masa yang lalu. Maka digelarlah ragam pertunjukan wayang.

Baca Juga: Menikmati Pesta Mie Nusanatara di PIM

Wayang adalah salah satu karya seni budaya bangsa Indonesia yang telah mendapatkan penghargaan dunia dari Unesco sebagai warisan budaya dunia.

Sebagai tontonan dan tuntunan, wayang telah mengalami banyak perubahan yang bersifat inovatif dan kreatif sesuai dengan perkembangan zaman. Di dalam cerita wayang terkandung nilai-nilai kehidupan berupa ajaran moral dan budi pekerti yang dapat membangun karakter bangsa Indonesia.

Pertunjukan yang digelar Sanggar Budaya Rumah Cinta Wayang, Taman Kaldera didukung oleh Dinas Pemuda-Olahraga-Seni/Budaya dan Pariwisata Depok, Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi)  Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Union Internationale Marrionette Indonesia (UNIMA Indonesia), Lomunitas Wayang Beber Metropolitan (WBM) Depok, Komunitas Wayang Marawis Rege Depok, Yayasan Ngofa Tidore di Depok, Forum Seniman-Budayawan Depok, Asosiasi Kuliner Indonesia, Serumpun Orang Jatijajar (Seroja) Depok, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Sanggar Obor Sakti Bogor, BAZNAS Depok dan TAGANA Depok.

Ismail Sidik