Yuk Hijrah Bersama Muamalat

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA, 8 Oktober 2018 – Saatnya hijrah bersama Muamalat.  PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengajak masyarakat untuk berhijrah. Bukan hanya dalam soal ibadah, tapi juga  dengan menggunakan layanan keuangan bank syariah. Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana mengatakan, saat ini memang banyak warga yang sudah berhijrah secara ibadah namun belum menggunakan layanan keuangan yang sesuai dengan syariat.

“Karena itu Muamalat ingin mengajak masyarakat secara lebih luas lagi bahwa menabung di bank syariah itu merupakan hijrah untuk hidup yang lebih berkah lagi,” ujar Permana, saat lounching #AyoHijrah,  Senin (8/10) di Muamalat Tower.

Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk hijrah secara finansial melalui kampanye #AyoHijrah yang diluncurkan hari ini (Senin). Pada peluncuran tersebut, Muamalat sekaligus memperkenalkan nama baru untuk produk layanan perbankan dengan menyematkan kata “Hijrah” disemua produknya.

Beberapa produk tersebut meliputi Tabungan iB Hijrah, Tabungan iB Hijrah Haji, Tabungan Hijrah Rencana, Tabungan Hijrah Prima, Deposito iB Hijrah, Giro iB Hijrah, Tabungan iB Hijrah Bisnis, dan Tabungan iB Hijrah Valas. Produk ini merupakan rebranding dari produk terdahulunya.

Kampanye hijrah tersebut, lanjut Permana, tidak lepas dari cita-cita perseroan untuk menjadi pusat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Selain itu, Bank Muamalat ingin turut membangun industri halal di dalam negeri yang diselaraskan dengan perkembangan teknologi digital.

“Peluang bank syariah untuk tumbuh masih amat besar. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan pertumbuhan ekonomi juga cukup baik,” ujarnya optimis.

Selain itu, Muamalat juga ingin berkontribusi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui gerakan tersebut. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan di Indonesia pada 2016 baru mencapai 29,16 persen, dengan tingkat literasi keuangan syariah pada tahun yang sama hanya 8,11 persen.

Bank Muamalat berkontribusi sebesar 15 persen terhadap pangsa pasar perbankan syariah secara nasional. Di sisi lain, pangsa pasar perbankan syariah terhadap pangsa pasar perbankan secara nasional masih 5,7 persen.

Ismail Sidik