travelounge.co | Jakarta, 5 Februari 2026 — Filipina menegaskan komitmennya terhadap pasar Indonesia melalui partisipasi di ASTINDO Travel Fair 2026 dan rangkaian agenda promosi pariwisata yang digelar sepanjang Februari.
Langkah ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan pasar ASEAN Departemen Pariwisata Filipina sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kehadiran dan relevansi destinasi Filipina di Indonesia, seiring momentum ASEAN Chairmanship Year.
Melalui integrasi promosi konsumen dan pertemuan bisnis, Departemen Pariwisata Filipina menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan Indonesia dengan menonjolkan destinasi inklusif, termasuk pengembangan wisata Muslim-friendly.

Kehadiran Filipina dalam ajang pariwisata ini mencerminkan pendekatan berkelanjutan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pasar Indonesia.
Delegasi Departemen Pariwisata Filipina dipimpin oleh Gwendolyn S. Batoon, Attache II sekaligus Head of ASEAN Markets, Office of Market Development.
Delegasi ini menunjukkan keseriusan Filipina dalam menghadirkan pembaruan produk dan layanan pariwisata secara menyeluruh.
Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah pengembangan destinasi yang semakin ramah bagi wisatawan Muslim.
“Pengembangan wisata Muslim dan halal dilakukan karena pertumbuhan umat Muslim dunia yang terus meningkat, sekaligus komitmen Filipina sebagai bagian dari ASEAN untuk mempromosikan pariwisata yang inklusif bagi semua agama,” ujar Gwendolyn S. Batoon.
Pendekatan ini dinilai sejalan dengan karakter wisatawan Indonesia yang semakin memperhatikan kenyamanan, kemudahan akses, dan kesesuaian nilai budaya dalam perjalanan.
Visi Strategis PDOT Jaga Konsistensi Pasar Indonesia
Partisipasi Departemen Pariwisata Filipina dalam ASTINDO Travel Fair dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempertahankan kehadiran Filipina secara konsisten di pasar Indonesia.
Ajang ini menjadi ruang interaksi langsung dengan wisatawan Indonesia untuk menyampaikan narasi terbaru pariwisata Filipina.
Berbagai paket wisata unggulan diperkenalkan melalui program Joint Promotions Campaigns yang dikembangkan bersama mitra industri.
Pendekatan promosi ini dirancang agar selaras dengan kebutuhan pasar dan tren perjalanan wisata regional.
Interaksi tatap muka juga dipandang penting untuk membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan calon wisatawan.
ASTINDO Travel Fair diharapkan dapat memperkuat citra Filipina sebagai destinasi yang mudah diakses dan memiliki ragam pengalaman wisata.
ASTINDO Travel Fair 2026 Dorong Keberlanjutan Industri

Selain menyasar konsumen, Departemen Pariwisata Filipina memperkuat strategi berkelanjutan melalui agenda business-to-business dalam TTC Travel Mart 2026.
Forum ini digelar di Jakarta dan Surabaya untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata Filipina dan Indonesia.
Dialog langsung antar pelaku industri membuka peluang kolaborasi pemasaran yang lebih fleksibel dan mendalam.
Sejumlah mitra sektor swasta asal Filipina turut hadir dalam agenda ini, antara lain:
- Pan Pacific Travel Corporation
- Skyland Travel and Tours
- Travelite Travel and Tours Co.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat jaringan kerja sama dengan agen perjalanan Indonesia.
Melalui integrasi promosi konsumen dan pertemuan bisnis, Filipina optimistis dapat terus menumbuhkan angka kunjungan wisatawan asal Indonesia.
Dengan menonjolkan keunikan budaya, keramahan masyarakat, serta kemudahan akses antar-pulau, Filipina siap menyambut lebih banyak pelancong Indonesia ke berbagai destinasi di seluruh penjuru negeri.(Harish E.)













