travelounge.co | Jakarta, 22 Januari 2026 – Ekspansi rute AirAsia 2026 resmi disiapkan Indonesia AirAsia melalui pembukaan jalur penerbangan domestik dan internasional untuk memperkuat konektivitas udara.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pasca libur akhir tahun dan tren pemulihan industri penerbangan yang terus berlanjut menurut data Kementerian Perhubungan dan Badan Pusat Statistik.
Strategi pertumbuhan ini juga diarahkan untuk mendukung pergerakan wisatawan dan memperluas akses ke berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

Indonesia AirAsia mengumumkan rencana pembukaan rute domestik yang menghubungkan Surabaya, Makassar, Kendari, Palu, dan Luwuk.
Di sisi internasional, maskapai ini akan membuka rute Denpasar–Melbourne serta Denpasar–Da Nang yang dijadwalkan mulai beroperasi sepanjang 2026.
Frekuensi penerbangan menuju Adelaide juga akan ditingkatkan hingga menjadi layanan harian sebagai bagian dari penguatan jaringan Australia.
Plt. Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, menyebut pengembangan jaringan sebagai bagian dari strategi pemulihan jangka panjang.
Menurutnya, konektivitas yang kuat akan mendorong pergerakan penumpang sekaligus memperluas akses pariwisata antardaerah.
Salah satu inisiatif utama dalam ekspansi rute AirAsia 2026 adalah pembentukan virtual hub di Makassar.
Konsep ini memungkinkan penumpang melakukan koneksi penerbangan melalui satu bandara transit secara lebih praktis dan efisien.
Makassar dinilai strategis karena berperan sebagai gerbang utama menuju kawasan Indonesia bagian timur.
Ekspansi Rute AirAsia 2026 Dorong Pemerataan Konektivitas
Penguatan peran Makassar sebagai hub diharapkan dapat mengoptimalkan arus perjalanan antarwilayah.
Strategi ini juga sejalan dengan arah pembangunan transportasi udara nasional yang menekankan pemerataan konektivitas.
Selain pengembangan rute, Indonesia AirAsia juga melakukan reaktivasi tiga armada tambahan yang ditempatkan di Medan dan Surabaya.
Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung pergerakan penumpang menuju berbagai destinasi internasional.
Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia mencatat kinerja positif dengan mengangkut 5,9 juta penumpang pada penerbangan domestik dan internasional.
Capaian ini merupakan bagian dari performa AirAsia Group di Indonesia yang melayani total 9,3 juta penumpang.
Komposisi penumpang mencerminkan arus perjalanan dua arah yang relatif seimbang antara wisatawan Indonesia dan wisatawan mancanegara.
Pasar inbound utama berasal dari Malaysia, Australia, Tiongkok, dan Singapura.
Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut saat periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Pada periode tersebut, Indonesia AirAsia mengoperasikan lebih dari 3.000 penerbangan dengan kapasitas 550.000 kursi.
Tingkat keterisian penumpang atau load factor mencapai 85 persen untuk 23 destinasi internasional dan 11 destinasi domestik.
Capaian ini juga mendukung masuknya sekitar 70.000 wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Dampak Ekspansi Rute AirAsia 2026 terhadap Pariwisata
Dari sisi daerah, Sulawesi Selatan mencatat pemulihan pariwisata yang cukup konsisten.
Data Badan Pusat Statistik mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Sulawesi Selatan mencapai 3,29 juta perjalanan pada November 2025.
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga mencatat 13.008 perjalanan wisatawan nasional pada periode yang sama.
Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang berada di angka 53 persen, menunjukkan kondisi sektor akomodasi yang stabil.
Secara nasional, pariwisata Indonesia juga berada dalam tren positif.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada November 2025 tercatat mencapai 1,20 juta kunjungan.
Australia menjadi salah satu pasar utama dengan kontribusi hampir 12 persen dari total kunjungan wisman.
Sementara itu, pasar Vietnam juga menunjukkan pertumbuhan dengan lebih dari 80 ribu kunjungan ke Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025.
Pengembangan rute baru dinilai selaras dengan potensi destinasi di masing-masing wilayah.
Kendari dan Palu berperan sebagai pintu masuk menuju wisata bahari dan alam di Sulawesi.
Luwuk semakin dikenal sebagai akses menuju kawasan Banggai dengan daya tarik pesisir dan budaya lokal.
Di sisi internasional, Bali tetap menjadi magnet utama pariwisata Indonesia.
Rute menuju Melbourne membuka peluang pertukaran wisata berbasis budaya dan gaya hidup.
Sementara itu, rute Denpasar–Da Nang berpotensi memperkuat konektivitas pariwisata antara Indonesia dan Vietnam.
Secara keseluruhan, ekspansi rute AirAsia 2026 mempertegas komitmen maskapai dalam memperluas aksesibilitas penerbangan.
Strategi ini juga menempatkan Indonesia AirAsia sebagai penggerak mobilitas, pendukung ekonomi daerah, dan fasilitator pertumbuhan pariwisata regional.(Harish E.)














