travelounge.co | Jakarta, January 2, 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat capaian positif melalui rangkaian event pariwisata ITDC yang digelar sepanjang 2025 di berbagai destinasi unggulan nasional.
Destinasi seperti The Mandalika, The Golo Mori, The Nusa Dua, dan Danau Toba menjadi lokasi penyelenggaraan event nasional dan internasional yang dirancang untuk mendorong ekonomi lokal sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.
Sejumlah studi dampak ekonomi mencatat bahwa event-event tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, keterlibatan UMKM, serta penyerapan tenaga kerja lokal.

Menurut Ahmad Fajar, Acting President Director ITDC “event yang dikelola secara terencana mampu memberikan manfaat ekonomi yang konstruktif dan berkelanjutan bagi daerah, event tidak hanya berperan sebagai sarana promosi destinasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan aktivitas ekonomi lokal”.
Sepanjang 2025, strategi event ITDC difokuskan pada penguatan ekonomi regional dengan pendekatan kolaboratif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Event Pariwisata ITDC di Mandalika dan Golo Mori
Salah satu pencapaian terbesar ITDC pada 2025 datang dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia di The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ajang MotoGP™ berhasil menarik 140.324 penonton, meningkat 15,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selama periode penyelenggaraan, tingkat okupansi hotel di kawasan The Mandalika mencapai 100 persen, dan hotel di Kota Mataram mencatat okupansi sekitar 90 persen.
Event ini menghasilkan estimasi dampak ekonomi nasional sebesar Rp 4,96 triliun dan melibatkan lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal. Sebanyak 67 persen tenaga kerja berasal dari Lombok Tengah, sementara lebih dari 600 UMKM di wilayah sekitar turut merasakan dampak ekonomi langsung.
MotoGP™ Mandalika mendorong peningkatan konektivitas udara dengan tercatat 44 penerbangan tambahan menuju Nusa Tenggara Barat selama periode event. Di Nusa Tenggara Timur, International Golo Mori Jazz 2025 memperkuat posisi The Golo Mori sebagai destinasi premium berkelas internasional.
Studi dampak ekonomi menunjukkan rata-rata pengeluaran pengunjung mencapai sekitar Rp 2,9 juta per orang per hari, dengan dominasi wisatawan dari luar daerah. Event ini melibatkan puluhan UMKM lokal dan menyerap tenaga kerja dengan komposisi lebih dari 80 persen berasal dari masyarakat sekitar. Capaian tersebut menegaskan bahwa pengembangan The Golo Mori tidak hanya bertumpu pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada nilai ekonomi dan kualitas belanja wisatawan.
Dampak Event Terhadap UMKM dan Tenaga Kerja Lokal
Selain event musik dan balap internasional, Golo Mori Sunset Run 2025 juga mencatat hasil positif dengan jumlah peserta mencapai 1.282 orang. Angka tersebut melampaui target awal, dengan 85,7 persen peserta menyatakan minat untuk kembali berkunjung ke destinasi tersebut.
Dengan investasi event sebesar Rp 259 juta, Golo Mori Sunset Run menghasilkan dampak ekonomi senilai Rp 447 juta. Rasio multiplier effect yang tercatat mencapai 2,1, yang berarti setiap Rp 1 investasi menghasilkan Rp 2,1 nilai ekonomi bagi masyarakat lokal.
Di Bali, The Nusa Dua Festival 2025 berkontribusi terhadap penguatan ekonomi kreatif dan UMKM melalui peningkatan pendapatan tenant, seniman, serta pelaku industri kreatif. Festival ini menggerakkan sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan industri kreatif yang secara kolektif menyumbang lebih dari 20 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto Bali.
Sementara itu, di Sumatra Utara, penyelenggaraan Aquabike World Championship dan F1 Powerboat World Championship di Danau Toba juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Selama periode event, tingkat okupansi hotel berada di kisaran 70 hingga 90 persen, disertai peningkatan omzet pelaku usaha lokal. Event-event tersebut membuka peluang pekerjaan tambahan di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan jasa pariwisata lainnya.
“keberhasilan rangkaian event ITDC didukung oleh kolaborasi erat antara ITDC, pemerintah pusat dan daerah, komunitas lokal, serta pelaku industri pariwisata. ITDC secara konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan event”, ujar Ahmad Fajar.
Pendekatan tersebut mencakup pengelolaan lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal. Secara keseluruhan, rangkaian event ITDC sepanjang 2025 menunjukkan bahwa event yang dirancang secara strategis mampu menciptakan sirkulasi ekonomi hingga triliunan rupiah. Capaian ini menegaskan transformasi ITDC sebagai pengelola destinasi yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. (Harish E.)












