Grand Final National Butchery & Cooking Competition by Meat & Livestock Australia

TRAVELOUNGE.CO | JAKARTA – Meat & Livestock Australia bekerja sama dengan negara bagian New South Wales (NSW) menyelenggarakan National Butchery and Cooking Competition, yang menghadirkan chef muda (dari Sekolah Kuliner) dan chef profesional dari empat kota di Indonesia yang berhasil menjadi juara melalui babak semifinal dan kini melaju ke Grand Final. Empat kota yang diwakili para finalis dalam kompetisi ini berasal dari Jakarta, Bali, Yogyakarta, dan Bandung. [1]

Kompetisi tahunan yang diselenggarakan untuk pertama kalinya tahun ini di Hotel Raffles Jakarta, bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para chef muda dan chef profesional untuk memamerkan keterampilan kuliner mereka dan juga meningkatkan keterampilan para kontestan dengan pengetahuan potongan daging Australia yang berbeda dalam berbagai variasi dan metode memasak. Kompetisi ini merupakan bagian dari misi MLA yang lebih luas untuk memperkenalkan dan meningkatkan kesadaran tentang kualitas dan variasi potongan daging sapi Australia yang Halal, aman dikonsumsi, dan tentunya bergizi. Kompetisi ini merupakan bagian dari inisiatif global Aussie Meat Academy MLA untuk mengedukasi organisasi perdagangan, menginspirasi chef, dan menciptakan komunitas duta daging sapi Australia di wilayah tersebut.

BACA JUGA : MICHELIN GUIDE AKAN HADIR DI MALAYSIA, SIAP ANUGERAHKAN MICHELIN STAR

MLA Regional Manager South-East Asia, Valeska, mengatakan, “Kami sangat senang dapat menyelenggarakan National Butchery and Cooking Competition untuk pertama kalinya di Indonesia. Daging sapi Australia sudah diterima dengan baik dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Namun, masih banyak lagi variasi potongan daging sapi yang bisa dinikmati dengan cara memasak yang berbeda. Kami berharap kompetisi ini menjadi wadah yang baik bagi chef muda berbakat dan chef profesional Indonesia untuk menampilkan yang terbaik dari daging sapi Australia, dan menginspirasi orang lain untuk juga mengikuti dan mencoba bersama keluarga dan teman mereka”.

NSW Trade and Investment Director, Yonathan Wijaya, menambakan “Menjadi bagian dari kompetisi National Butchery and Cooking Competition adalah kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk memperkenalkan produk Australia ke pasar Indonesia. NSW adalah salah satu produsen makanan paling penting di Australia, dan bahan-bahan yang dipamerkan pada kompetisi ini menonjolkan berbagai macam produk pertanian dari NSW seperti daging, produk susu, biji-bijian, kacang-kacangan, polong-polongan, buah, kacang-kacangan, dan sayuran. Produk kami ideal untuk memenuhi permintaan Indonesia akan rasa dan kualitas unggul yang terus meningkat”.

Babak semifinal yang diadakan antara bulan Oktober dan November di masing-masing kota, juga diisi dengan sesi pelatihan untuk membekali kontestan dengan pengetahuan potongan sekunder daging sapi Australia serta teknik pemotongan yang diadakan sebelum kompetisi memasak dimulai. Pemenang babak semifinal kemudian dipilih untuk melaju ke babak Grand Final di Jakarta.

Setiap tim harus membuat menu menggunakan potongan tanjung (rump) daging sapi, yaitu daging primal berotot lima tanpa tulang yang berada di antara sirloin dan bagian atas. Para chef mendapatkan kebebasan untuk memilih potongan tanjung (rump) yang akan digunakan, seperti rump steak, rump roast, rostbif, rump cap, rump center steak, dan rump medallion.

Pada babak Grand Final, kategori Chef Muda (dari Sekolah Kuliner) terdiri dari Podomoro University (Jakarta), Elizabeth International (Bali), Sahid (Yogyakarta), dan Akademi Pariwisata NHI (Bandung), sedangkan empat tim dari kategori Chef Professional terdiri Bakerman Restaurant (Jakarta), The St. Regis Bali Resort (Bali), Hotel Tentrem (Yogyakarta), dan Apero Coffee and Co (Bandung).

Tim akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 15 juta di mana juara 1 dari masing-masing kategori akan mendapatkan Rp 7.000.000, juara 2 dari setiap kategori akan mendapatkan Rp 5.000.000, dan Juara 3 dari setiap kategori akan mendapatkan Rp 3.000.000.

Pemenang akan dipilih oleh dewan juri berdasarkan beberapa kriteria termasuk rasa, presentasi, persiapan profesional dan mise-en-place serta metode kerja. Juri untuk babak Grand Final terdiri dari chef-chef berpengalaman seperti Chef Vindex Tengker, Chef Gilles Marx, dan Chef Stefu Santoso. (RM)