Today

IFEX 2026 Dorong Ekspor Mebel Indonesia ke Pasar Global Baru

Travelounge

IFEX 2026 pameran furnitur Indonesia berskala internasional

travelounge.co | Jakarta, 1 Januari 2026 – IFEX 2026 resmi diluncurkan sebagai pameran furnitur internasional yang menargetkan percepatan ekspor mebel dan kerajinan Indonesia ke pasar global baru melalui platform event berskala Asia Tenggara.

Peluncuran IFEX 2026 menandai langkah strategis industri nasional dalam merespons dinamika perdagangan global dengan memperluas jaringan bisnis pada sektor bisnis dan manufaktur kreatif Indonesia.

Melalui pameran ini, pelaku industri diharapkan mampu menjangkau pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi furnitur berkelanjutan, sejalan dengan pengembangan industri kreatif dan agenda promosi Jakarta sebagai pameran internasional.

Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 akan digelar pada 5–8 Maret 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Pameran ini merupakan kolaborasi antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara.

IFEX 2026 hadir dengan visi untuk mendorong diversifikasi ekspor ke pasar non-tradisional, langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya tantangan perdagangan global, termasuk rencana kebijakan tarif tinggi terhadap produk kayu dan furnitur Indonesia.

HIMKI menargetkan perluasan pasar ke kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Asia Timur, dan Amerika Latin dalam lima tahun ke depan, pendekatan ini bertujuan menjaga keberlanjutan industri mebel nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

IFEX 2026 Percepat Ekspor Mebel Nasional

Menurut Abdul Sobur, IFEX lebih dari sekadar ajang pameran dagang, tetapi panggung strategis untuk menunjukkan daya tahan dan kemampuan adaptasi industri mebel Indonesia. Ia menegaskan bahwa diversifikasi pasar ekspor bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Selain ekspansi pasar, HIMKI turut mendorong diplomasi dagang dan kerja sama internasional, upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, pelaku industri juga diarahkan untuk aktif mengikuti pameran internasional di kawasan potensial. Pendekatan ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi UMKM dan industri menengah nasional.

Pameran Furnitur Skala Asia Tenggara

IFEX 2026 akan menempati area pameran seluas 85.000 meter persegi, perluasan area ini memungkinkan partisipasi lebih banyak produsen mebel dan kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ruang pameran yang lebih luas memberi kesempatan peserta menampilkan produk unggulan. Sejumlah fasilitas unggulan kembali dihadirkan dan ditingkatkan kualitasnya, fasilitas tersebut meliputi:

  • Program Hosted Buyers untuk mempertemukan penjual dan pembeli potensial
  • Layanan Free Shuttle Bus bagi pengunjung
  • Dukungan promosi internasional melalui jaringan perdagangan Indonesia

IFEX juga memperkuat kerja sama dengan Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center, kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan promosi dan memperkuat jejaring global. Dengan konsep yang lebih inklusif dan kompetitif, IFEX 2026 ditargetkan menjadi titik balik industri mebel nasional, pameran ini sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai pusat produksi furnitur berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.

Related Post