Keindahan Uluwatu dan Sakralitas Tari Kecak yang Mempesona Wisatawan

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA –¬†Menonton Tari Kecak seraya menikmati alam Uluwatu yang super eksotis sungguh menjadi sensasi yang tak terlupakan. Menjadi sensasi yang tidak mudah ditemui di kolong jagad ini. Kolaborasi seni adiluhung dan sepotong surga yang bernama Uluwatu, sungguh menjadi panorama keindahan yang melekat dan meresap dalam hati. Sakralitas Tari Kecak selalu mempesona Wisatawan.

Apalagi suasana kala menonton Tari Kecak itu, pada waktu bersamaan, di ufuk sana, lembayung senja dan pemandangan sunset seolah merupa stage art. Semilir angin laut, menerpa manja kala penonton menikmati Tari Kecak di Uluwatu, Bali. Sore menjelang malam, nampaknya surga turun di bumi Uluwatu.

Lihatlah antusiasme pengunjung (wisman atau wisnus ) yang tercermin dari raut wajah mereka yang sumringah meski disengat sinar matahari yang beranjak keperaduanNya. Untuk menyaksikan tari Kecak, penonton harus merogoh kocek tiket sebesar Rp 100.000. Pertunjukan dimulai tepat pk. 18.00. Tapi dengan datang lebih awal, penonton bisa memilih tempat duduk yang disukai sembari menikmati sunset Uluwati.

Tepat pk 18.00 WIT, ritual Tari Kecak dimulai. Penonton bersuka rita sembari bertepuk tangan. Seolah melepas penat kala lama menunggu dimulainya acara itu. Lingkaran penari pria telanjang dada, berkain kotak hitam putih khas Bali, berjalan, beriringan dan duduk mengangkat kedua tangannya ke atas sambil mengeluarkan suara ‘Cak.. cak..cak..’ Suara inilah yang disinyalir menjadi muasal nama Tari Kecak.

Pertunjukan Tari Kecak adalah keindahan seni budaya asli Bali yang dikemas dalam bentuk hiburan, utamanya untuk wisatawan. Tari Kecak ini sudah kondang ke mancanegara. Bahkan seolah ada pameo, “sia sialah ke Bali- salah satunya- kalau tidak menyaksikan pertunjukan Tari Kecak.

Baca Juga: Sambut AM-IMF WB 2018, Kemenpar dan ASITA Siapkan 60 Paket Wisata

Pertunjukan Tari Kecak Semakin Malam Semakin Seru. Pertunjukan Tari Kecak semakin seru saat matahari mulai tenggelam hingga kaki langit warna jingga yang mempesona. Lihatlah, kala langit semakin gelap, tepuk tangan semakin ramai saat adegan anoman berhasil membebaskan diri dari lingkaran api dalam pertunjukan berdurasi kurang lebih satu jam itu.

Sungguh, pertunjukan ini bisa memperkaya rohani kita karena Tari Kecak dapat memberikan makna akan hakekat kehidupan. Baik dan buruk adalah bagian dari perjalanan kehidupan. Sebuah pilihan yang berpulang pada duri sendiri dengan segala konsekuensinya.

Yang pasti, Tari Kecak adalah tarian unik satu-satunya di Indonesia dan tidak dimiliki negara mana pun.
Jadi, sangat dimungkinkan pergelaran Tari Kecak bisa mrnjafi bagian untuk mendatangkan jutaan wisatawan mancanegara ke negeri ini. 17 juta wisman? Why not?

Ismail Sidik