Fri. Oct 29th, 2021

TRAVELOUNGE.CO I BOGOR – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor untuk mengembangkan desa wisata di Kecamatan Bogor Selatan, Jawa Barat.

Dalam kunjungannya ke Amphitheater Rancamaya, Bogor Selatan, Rabu (10/3/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan kegiatan UMKM yang ada di kawasan Desa Wisata Rancamaya ini dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian dan semangat masyarakat di masa pandemi COVID-19. Terlebih, pengembangan desa wisata merupakan salah satu program unggulan Kemenparekraf/Baparekraf.

“Kami melihat desa-desa wisata ini juga menjadi program unggulan kita. Memang ada juga program besar seperti KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) tapi yang banyak menghidupi masyarakat sekitar adalah kegiatan-kegiatan yang ada di akar rumput,” kata Sandiaga.

Sandiaga menilai hal ini menjadi peluang yang patut dikembangkan. Mengingat desa wisata Rancamaya dikenal dengan wisata perkebunan buah dan muatan keseniannya.

“Jadi kita perlu mengangkat peluang ini ke platform digital juga. Jadi nanti dengan Pak Wali Kota juga kami akan berkolaborasi untuk melaksanakan program kami untuk mengembangkan desa wisata, jadi kita harap banyak yang onboarding secara teknologi,” katanya.

BACA JUGA: Kolaborasi 7 BUMN Tingkatkan Demand Sektor Parekraf

Dalam kunjungan ini, Sandiaga tampak didampingi oleh Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Oni Yulfian; Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto; dan pengelola Amphitheater Rancamaya, Al Hilal Hamdi.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, selain potensi di sektor pertanian dan kesenian, Bogor Selatan memiliki potensi keindahan alam yang patut dieksplorasi. Namun ironisnya, Bogor Selatan juga salah satu kecamatan di Kota Bogor dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi.

“Oleh karena itu dalam beberapa tahun terakhir kita berupaya mengembangkan konsep desa wisata dan urban farming. Apa yang dilakukan Pak Hilal ini menggali potensi pertanian di sini dikawinkan dengan pendekatan kultural,” kata Bima Arya.

Bima Arya mengungkapkan, pihaknya ingin mengembangkan potensi Bogor Selatan dengan konsep agro industri, desa wisata dengan mengembangkan potensi seni, budaya, dan tradisi. “Bahkan dulu, kabarnya di Bogor Selatan ini adalah pusat pemerintahan Kerajaan Pakuan Pajajaran di daerah Cipaku, jadi unsur budayanya sangat kental sekali,” ucap Bima Arya.

(Ismail Sidik)