KEMENPERIN AJAK PERUSAHAAN “STARTUP” GABUNG DI “VIRTUAL TECHNOPARK”

TRAVELOUNGE.CO | JAKARTA – Kabar gembira datang dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Pemerintah melalui program Virtual Technopark mengajak perusahaan “startup” di bidang software dan konten kreatif bergabung dan mempromosikan produk-produknya di portal Kemenperin yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini.

“Program Virtual Technopark adalah ikhtiar Kemenperin untuk mewadahi berbagai-bagai kegiatan pengembangan industri software dan konten kreatif yang banyak dimotori generasi muda. Sekaligus sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi digital nasional,”ujar Nosadyan Nasyim, Koordinator Fungsi Industri Sosfware dan Konten, Ditjen Industri Elektronika dan Telematika, Kementerian Perindustrian.

Memasuki era digital, Kemenperin menyiapkan berbagai program unggulan. Maksudnya tak lain, mendorong industri nasional meningkatkan produktivitas, daya saing global serta meningkatkan nilai tambah ekonomi berbasis IT, di antaranya dengan mendorong tumbuh kembangnya inovasi industri software dan konten kreatif.

Technopark binaan Kemenperin mulanya dikembangkan dalam bentuk fisik dan hanya fokus pada area tertentu. Kemudian terbentuklah pusat-pusat pengembangan industri digital (Digital Technopark), seperti Bandung Technopark; Bali Technopark; IBC Semarang; TohpaTI Center/BCIC dengan pusat pengembangan animasi dan sebagainya.

BACA JUGA : Mitsubishi Gelar “LIFE’S ADVENTURE PARK”

Menjawab tantangan pandemi Covid-19, Kemenperin kemudian berkolaborasi dengan berbagai “stakeholder” mengembangkan “Virtual Technopark”. Nantinya kehadiran portal Virtual Technopark diharapkan menjadi solusi keterbatasan tatap muka dan membuka ruang kerjasama yang lebih luas.

Untuk mendapatkan masukan dan mematangkan pembuatan Virtual Technopark, Kemenperin mengadakan FGD di berbagai kota seperti Bandung, Denpasar dan Semarang. “Kami harapkan support dari semua pihak yang terlibat untuk mengembangkan Virtual Tecnopark,”ujar Nosa.

Menurut Nosa, pembuatan Virtual Technopark sangat dibutuhkan karena industri “handphone” membutuhkan software dan konten kreatif produksi lokal untuk memenuhi kewajiban Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). “Mana nih software dalam negeri? Nanti teman-teman pelaku industri tidak bertanya lagi. Silakan saja masuk ke portal Virtual Technopark. Anda butuh apa? Cari saja di situ,”kata Nosa.

Dikatakan, perusahaan-perusahaan startup membutuhkan wadah yang efektif untuk mengembangkan potensinya menghasilkan software dan konten kreatif yang dibutuhkan industri handphone nasional. Portal Virtual Kemenperin bisa menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai “stakeholder”, misalnya antara perusahaan startup dengan perusahaan industri hp.

“Biasanya kelemahan perusahaan startup adalah sulit mencari pasar. Nah, nantinya dengan adanya Virtual Technopark permasalahan tersebut, mudah-mudahan bisa teratasi. Kemenperin bisa menjadi pendamping bagi Technopark dan anggotanya untuk bermitra dengan perusahaan-perusahaan industri. Jadi, silakan gabung dengan Virtual Technopark,”jelas Nosa.

Sementara Saptoko Nugroho, pengembang portal Virtual Technopark, mengatakan Virtual Technopark merupakan program Kemenperin dan saat ini siap untuk diluncurkan ke publik. “Mudah-mudahan sudah bisa launching bulan Desember 2022, jika Kemenperin mengizinkan,”tambah Saptoko.* (Herry Sinamarata)