travelounge.co | Jakarta, 10 Februari 2026 – Kuliner legendaris kerak telor kembali mencuri perhatian pengunjung di area kuliner sebuah acara publik di Jakarta, menghadirkan cita rasa khas Betawi yang autentik.
Kehadiran stan kerak telor menjadi magnet tersendiri di tengah deretan tenant makanan modern, dengan aroma khas kelapa sangrai dan telur yang menggoda sejak dari kejauhan.
Tak sedikit pengunjung yang berhenti untuk menyaksikan langsung proses memasak kerak telor yang dilakukan secara tradisional.

Stan kerak telor menampilkan proses memasak terbuka menggunakan wajan dan tungku, mempertahankan cara penyajian yang telah dikenal sejak lama.
Bahan-bahan seperti telur, beras ketan, kelapa parut sangrai, serta bumbu khas disiapkan langsung di hadapan pembeli.
Proses membalik wajan dan memanggang adonan menjadi daya tarik visual tersendiri bagi pengunjung.
Kerak telor yang disajikan memiliki tekstur renyah di bagian bawah dan lembut di bagian atas, dengan rasa gurih yang khas.
Selain kerak telor, stan ini juga menawarkan pendamping seperti pecel mendoan, tahu goreng, serta aneka minuman segar.
Kombinasi menu tersebut membuat stan kuliner tradisional ini ramai dikunjungi sepanjang acara berlangsung.
Bagi sebagian pengunjung, menikmati kerak telor di area acara menghadirkan pengalaman nostalgia.
Kuliner ini kerap dikaitkan dengan suasana festival rakyat dan perayaan budaya Betawi.
Kehadiran kerak telor di ruang publik modern menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap relevan di tengah perubahan selera masyarakat.
Stan ini juga menjadi ruang beristirahat, dengan percakapan ringan antar pengunjung yang menambah kehangatan suasana.
Keikutsertaan pelaku kuliner tradisional turut membuka peluang promosi bagi UMKM.
Selain menjual makanan, stan kerak telor juga berperan sebagai sarana pelestarian budaya kuliner lokal.
Pengunjung dari luar daerah Jakarta pun dapat mengenal dan mencicipi salah satu ikon kuliner Betawi.
Keberadaan kerak telor di area acara memperkaya pengalaman pengunjung, tidak hanya dari sisi hiburan, tetapi juga dari sisi budaya.(Harish E.)














