Nikmatnya Doclang Pak Odik yang Bikin Ngiler

Ajibnya Doclang Mang Odik yang Bikin Ngiler

TRAVELOUNGE.CO I BOGOR – Kuliners tahu kan kalau doclang itu makanan khas Bogor yang terdiri atas lontong yang dibungkus daun patat atau daun pisang. Lalu dicampur tahu goreng, kentang goreng, telur rebus, disiram bumbu kacang dan ditaburi kerupuk. Rasanya, ajib habis!

Doclang banyak ditemukan di Kota Bogor. Salah satunya banyak berjajar di Jembatan Merah atau Air Mancur, Bogor. Utamanya pada malam hari dimana kawasan ini disesaki ragam kuliner.

Ngomong-ngomong soal doclang,  Doclang Pak Odik adalah yang paling kondang lho. Maklum bapak ini  sudah berjualan selama puluhan tahun.

Oh, ya tampilan doclang itu sekilas memang mirip dengan ketoprak. Bedanya doclang tidak memakai bihun dan sayur tauge. Doclang juga menggunakan lontong yang dibungkus dengan daun patat yang menghasilkan aroma yang khas. Bumbu kacang doclang pun berbeda karena telah diolah sedangkan ketoprak murni dari kacang yang diulek mendadak.

Nah, untuk memperkuat rasa ditambahkan sambal dan  kecap. Biar makin nikmat ditambah telur rebus. Harga per porsi doclang Pak Odik sekitaran Rp10.000 hingga Rp13.000.

Pak Odik sendiri berjualan doclang dengan berkeliling pada 1976 disekitaran Pasir Kuda, Ciomas, Panarangan, dan Gunung Batu, juga mangkal di Kantor Kehutanan.

Baca Juga: Soto Seger Boyolali Hj Amanah, Seseger Segernya Rasa

Kini bapak yang mempunyai nama asli Shodiq ini sudah tak lagi berkeliling menjual doclang melainkan  menyewa sebuah kios di Jalan Pasir Kuda Ciomas tahun 1995, hingga saat ini. Saban hari, warungnya yang terletak di Jalan Pasir Kuda No.23, Pasir Jaya, Kota Bogor, Jawa Barat 16119. Warung yang  buka jam 08.00-14.00 lumayan disesaki pengunjung.

Ismail, putra Pak Odik, mengatakan bahwa dalam situasi normal omzetnya mencapai Rp10 hingga 15 juta per bulan. “Hari Senin sampai Jumat kami bisa menjual 150 porsi, sedangkan hari Sabtu sampai Minggu dan hari libur bisa menjual 300 porsi,”  jelas Ismail.

Kelebihan doclang Pak Odik, urai Ismail karena kacangnya disangrai, tidak pakai minyak. Kacang tanahnya dipilih yang super, ukuran 8 mm. Kulit kacang dikupas dan bumbu lainnya, seperti bawang putih, cabe, dan lain-lain.

”Untuk bumbu tambahan pakai kacang mede agar wanginya enak. Selain itu bedanya, doclang pak Odik dengan doclang lainnya adalah lontongnya dibungkus dengan daun pisang dan ukurannya jumbo (1 liter beras),” katanya.

Ismail mengaku selain warga sekitar, pembeli juga banyak yang datang dari Jakarta, Depok, Bekasi, Tanggerang dan sebagainya. Selain itu pelanggannya banyak juga yamg berasal dari pesohor, semisal Mat Solar, Bondan Winarno, Nani Wijaya, Desy Ratnasari, Syahrul Gunawan, Vina Panduwinata,  Sujudi, M.S. Kaban, Bima Arya, Usmar Hariman dan Ismail Uka Uka.

Ismail Sidik