Pariwisata Setoran Terbesar Kota Bandung

TRAVELOUNGE.CO I BANDUNG, 10 Oktober 2018 – Ternyata pariwisata jadi penyetor terbesar bagi pendapatan Kota Bandung. Dan memang dari tahun ketahun pendapatan daerah Kota Bandung kian meningkat. Raihan ini diperoleh dari sektor pariwisata sebagai penyumbang terbesar kota yang dijuluki city of heritage tersebut.

“Pariwisata memang memberikan kontribusi besar buat Kota Bandung. Baik yang berasal dari perhotelan, tempat hiburan dan cafe yang menyumbangkan Rp. 659.226.500.992 atau sebesar 30,31 persen dari total pendapatan pajak daerah Rp2.174.863.780.863,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari di STP Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018).

Menurut Kenny, nilai total investasi sektor pariwisata di tahun 2017 sebesar Rp. 276.306.114.860 mengalami peningkatan dari tahun 2013 hingga 2018. Di mana penginapan menyumbang 7,54 persen, restoran 13,08 persen, jumlah kenaikan tempat hiburan 17,29 persen, 101,89 persen dari kenaikan biro perjalanan wisata serta 152,08 persen dari kenaikan jumlah jasa usaha MICE.

Dalam diskusi Road to Indonesia Tourism Outlook (ITO) prospek dan tantangan Pariwisata Indonesia di 2018 yang diadakan di STP Bandung, Jawa Barat ini menghadirkan Sesdep Pengembangan Pemasaran 1 Kementerian Pariwisata Edy Wardoyo, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata sekaligus Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana I Gde Pitana serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengutarakan jumlah kunjungan wisatawan sekira tahun 2015 sebesar 6 juta lalu di tahun 2016 sebanyak 6,8 jutaan dan di tahun 2017 6,9 jutaan. Dengan melihat hal inilah bahwa tahun depan pihaknya menargetkan 8 juta wisatawan.

Baca Juga: Awas, Negara Tetangga Mengintai Pasar Pariwisata Kita

“Rata-rata peningkatan jumlah wisatawan 19,95 persen per tahunnya (2014-2017). Tingkat okupansi per Agustus 2018 sebesar 58,33 persen, di 2017 sebesar 57 persen dibandingkan occupancy hotel periode Agustus 2016,” lanjutnya lagi.

Realitasnya investasi pariwisata di Koya Bandung masih sedikit. Meski begitu peluang meningkatkan pariwisata di Bandung sangat terbuka luas. Di tahun 2017, di mana Bandung meraih 73,43 persen dari indeks kebahagiaan, 7,78 persen untuk pertumbuhan ekonomi dan 80,13 buat pembangunan manusia tertinggi sejak Jawa barat

“Cagar budaya 19,95 persen untuk rata-rata pertumbuhan kunjungan wisatawan setiap tahunnya,” pungkasnya.

Ismail Sidik