Pembangunan Jaya Ancol Ajak Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol Sebar Hewan Qurban kepada Masyarakat

Ancol Ajak Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol Sebar Hewan Qurban kepada Masyarakat

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Masa pandemi Covid-19 masih belum berakhir, bahkan kurva yang positif terdampak semakin hari semakin tinggi. Berbeda dari tahun sebelumnya, Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tidak menyelenggarakan kegiatan sholat Idul Adha di kawasan Ancol dan tidak ada kegiatan pemotongan hewan qurban. Untuk itu Ancol mengajak Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol (YBJA) untuk menyebar hewan qurban kepada masyarakat.

Jadi meskipun tidak menyelenggarakan sholat Idul Adha dan pemotongan hewan qurban, Ancol tetap berkontribusi kepada masyarakat sekitar dengan menggandeng Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol (YBJA) dengan memberikan hewan qurban berupa kambing yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar melalui kantor Pemerintahan yang berada di kecamatan Pademangan serta yayasan dan panti sosial yang ada di wilayah Jakarta.

Hanurawan Nugroho, Ketua Umum Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol mengutarakan bahwa selain sebagai bentuk melaksanakan ketaatan kepada Allah ta’ala yakni ber-qurban, gerakan ini juga dilandasi atas semangat ukhuwah Islamiyah kepada masyarakat terutama di wilayah Pademangan. Dengan pemberian hewan qurban ini Ancol hadir di tengah-tengah masyarakat melalui Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol.

Baca Juga: Tetap Bisa Beraktivitas Sehat Di Ancol Kala Pandemi

Tecatat sekitar 65 ekor hewan qurban didistribusikan oleh YBJA ke sejumlah titik yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat. Diharapkan melalui kegiatan sosial ini terjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik antara Manajemen Ancol bersama mitra dan masyarakat Jakarta.

Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol (YBJA ) didirikan pada Mei 2007 dan merupakan lembaga nirlaba yang mengumpulkan dana zakat, infak dan sodaqoh dari karyawan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan Anak Usahanya. Kegiatan Yayasan ini beragam, mulai dari kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya.

Ismail Sidik