Wed. Oct 20th, 2021

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Pengembangan kreativitas dari para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam mengembangkan dan memajukan kedua sektor ini di Indonesia menjadi sangat penting.

Dalam webinar G-CINC Creative Year 2021: Our Roots, Our People, Our Culture, Kamis (25/3/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, sejak zaman dahulu kala, Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kreativitas tinggi. Hal ini terbukti dari berbagai inovasi yang dilakukan oleh leluhur Bangsa Indonesia dalam hal budidaya padi yang pertama kali ditemukan di Sulawesi pada lima ribu tahun yang lalu.

“Hal ini terus berkembang menjadi inovasi kreatif yang bertahan lama dalam kelangsungan pertanian kita. Dari mengukur air dengan bambu dalam sistem Subak Bali serta membangun lumbung yang efektif di Rangkiang dalam budaya Minangkabau. Ini membuktikan bahwa Indonesia telah diberkahi oleh kreativitas sejak zaman dahulu kala,” kata Sandiaga.

BACA JUGA: GOTF, Upaya Pemulihan Pariwisata Nasional

Kreativitas ini, lanjut Sandiaga, perlu dikembangkan dengan mengedepankan akar-akar tradisi dan budaya Indonesia. Agar pengembangan kreativitas para pelaku wisata dan ekonomi kreatif semakin maju.

“Hal yang baik tentang proses kreatif adalah bahwa ide-ide kreatif selalu merupakan proses yang berkelanjutan, dengan ribuan, atau bahkan jutaan penyesuaian hingga mencapai kesempurnaan. Sehingga mewakili akar budaya kita secara keseluruhan,” katanya.

Sandiaga juga menuturkan pihaknya memiliki beberapa program untuk mengembangkan kreativitas para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Tanah Air. Di antaranya Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara (BEDA’KAN); program Aksilarasi (Aksi Selaras Sinergi); dan berbagai program inkubasi.

“Program-program ini bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia untuk memunculkan ide-ide yang merayakan akar budaya bangsa. Sekaligus memperluas peluang dan menciptakan ekosistem kreatif di masa yang akan datang,” ujar Sandiaga.

Selain program-program tersebut, kata Sandiaga, pihaknya juga berusaha membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. “Sehingga produk dan jasa dari para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif semakin berkembang ke arah yang lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf, Ika Kusuma Permanasari, menambahkan, acara ini juga bertujuan untuk mempromosikan UN Resolution of International Year of Creative Economy for Sustainable Development yang jatuh pada tahun 2021. “Momentum ini juga patut dimanfaatkan untuk memperkuat keselarasan pembangunan berkelanjutan ekonomi kreatif pada 2030,” ujar Ika.

(Ismail Sidik)