Peringati Tahun Baru Saka 1941, Sea World Ancol Gelar Pertunjukan Barongan

Peringati Tahun Baru Saka 1941, Sea World Ancol, Gelar Pertunjukan Budaya Barongan

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Saka 1941, Sea World Ancol sebagai wahana akuarium yang berbasis edukasi rekreasi dan konservasi kelautan akan menggelar pertunjukan budaya yang memukau bertajuk *Barongan : An Epic Underwater Show*.

Tujuan utama diadakan pertunjukan Barongan ini merupakan salah satu cara untuk mengangkat kekayaan budaya khususnya Barong Bali yang dikemas dengan unik dalam pertunjukan di daratan dan di dalam air yang dibalut dalam cerita yang memiliki makna.

Barong diangkat karena memiliki ciri khas dan identik dengan penganut Hindu terbesar di Indonesia yaitu Bali. Cerita mengenai Barong sendiri tersirat makna mendalam antara perang kebajikan dan kejahatan. Persembahan khusus ini akan menampilkan Barong Bali dalam rangkaian cerita kolaborasi dengan penari kecak di dalam air dan pertemuan khusus dengan Barong Bali di darat yang diiringi dengan tarian pendet. Kehadiran Barong berupaya menyingkirkan sosok Rangda yang jahat dan telah membuat kerusakan di bumi.

Dalam pertunjukan unik ini, Manajemen Ancol Taman Impian menggandeng Budayawan Bali dari Pure Aditya Jaya untuk berkolaborasi menghadirkan rangkaian seni Barong Bali tersebut. Pada Tanggal 4 Maret 2019 pukul 13.30 WIB, akan diselenggarakan penayangan perdana persembahan Barongan yang dirangkai dengan alunan Musik Rindik dan Gender Wayang akan membawa suasana Bali.

Persembahan khusus Barongan: An Epic Underwater Show ini akan kembali digelar pada Tanggal 8, 9 dan 10 Maret 2019 dan berlangsung pada pukul 10.45 dan 13.45 WIB. Sedangkan di tanggal 7 Maret 2019 tepat pada perayaan Nyepi tetap akan di gelar pertunjukan Barongan di dalam air tanpa kehadiran Barong Bali di darat, serta tambahan penampilannya pada tanggal 16 dan 17 Maret 2019.

Baca Juga: Yuk Kita Merias, Mewarnai Topeng dan Wayang di Taman Kaldera Rumah Cinwa

Cerita yang diangkat pada pertunjukan bud Barongan bawah air ini adalah tentang sebuah negeri yang damai dimana kehidupan manusia begitu serasi dengan alam. Namun, kedamaian itu mulai terusik ketika manusia semakin teperdaya oleh keserakahan dan mulai merusak alam. Tanpa sadar, perilaku buruk itu pun membangkitkan sosok Rangda yang jahat ke tengah-tengah kehidupan mereka. Sampah, polusi, dan pencemaran alam kemudian menjadi ancaman baru terhadap kehidupan mereka.

Melihat kekacauan ini, manusia pun meminta bantuan kepada para dewata yang akhirnya mengutus Barong dari darat dan laut untuk meredam Rangda. Duel antara kedua sisi ini akhirnya menyadarkan manusia agar selalu menjaga alam tempat mereka tinggal. Perang ini pun membawa pesan bagi manusia untuk terus menjaga diri dari keserakahan yang membawa mereka kepada bencana.

Ismail Sidik