Quarantine Tales, Bisa Jadi Tontonan Akhir Tahun yang Menghibur

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Film Quarantine Tales hasil kolaborasi Bioskop Online dengan Base Entertainment akan tayang pada 18 Desember 2020, eksklusif di Bioskop Online. Film ini diharapkan menjadi tontonan yang menghibur sekaligus menjadi catatan akhir tahun yang merangkum perjalanan kehidupan kita di tahun 2020.

“Dengan dirilisnya film ini kita bisa melihat bahwa di tengah kondisi yang serba terbatas akibat pandemi, para kreator bisa tetap menjaga kreatifitasnya dan menjaga pertumbuhan industri perfilman dengan bekerja sama dan bersinergi. Itulah yang dilakukan oleh Bioskop Online bersama dengan BASE Entertainment,” demikian disampaikan Ajeng Parameswari, President Digital Business Visinema Group.

Lanjut Ajeng, Bioskop Online ingin bertumbuh bersama ekosistem industri perfilman, dan melalui proyek Quarantine Tales ini kami berusaha mendorong proses bertumbuh itu. Dari sisi kreatif, film ini unik sekaligus relevan karena memotret berbagai aspek kehidupan selama masa karantina.

Quarantine Tales bukan cuma unik karena mengangkat aspek kehidupan selama karantina, tapi pada proses penggarapannya pun menjadi tantangan tersendiri karena harus dilakukan di tengah kondisi serba terbatas.

Dian Sastrowardoyo salah satu sutradara di Quarantine Tales ikut merasakan pengalaman yang menantang. Selain pertama kalinya menjajal posisi sebagai sutradara, Dian Sastrowardoyo juga harus menjalani syuting dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Kita lumayan sadis, kita pastikan area clear, mewajibkan hasil swab dan kita tetap pakai masker. Semua jadi nyaman banget, kru dan aktor sama-sama enak kerjanya. Ayo sama-sama saling jaga selama di lokasi,” ucap Dian Sastrowardoyo.

Meski serba terbatas, namun semua pemain yang terlibat, tetap maksimal memberikan yang terbaik. Termasuk Adinia Wirasti, yang berperan sebagai Ajeng dalam cerita Nougat, yang disutradarai Dian Sastrowardoyo. Adinia mengungkapkan bahwa perannya selain sangat erat dengan kondisi pandemi tapi juga memiliki banyak makna, terutama tentang hubungan dalam keluarga.

“Ajeng ini unik, karena Nougat ini pendek, tetapi dunianya luas. Ini bukan hanya bisa dilihat dari sisi pandemi, tapi bagaimana si Ajeng ini menjadi jembatan di keluarganya,” ucap Adinia Wirasti. Adinia Wirasti berharap film ini akan menjadi tontonan yang menghibur dan relate dengan kondisi saat ini.

BACA JUGA: Ada Film Quarantine Tales di Bioskop Online

Sementara itu, Roy Sungkono yang memerankan tokoh Didit Iseng dalam cerita Prankster juga mengungkapkan dirinya tertantang untuk terlibat di film ini. Tantangannya bukan terkait kondisi pandemi, tapi justru tentang karakter yang akan ia perankan.

Di mana ia akan berperan sebagai seorang youtuber yang terkenal dengan konten prank-nya. “Yang menjadi tantangan adalah menjaga energi di film ini, karena nanti ceritanya lagi live dan harus bisa membawa itu, harus bisa menjaga dan menyampaikan energinya,” ujar Roy Sungkono.

Meski memiliki garis besar tentang pandemi, tetapi kelima cerita di Quarantine Tales memiliki warnanya masingmasing, seperti yang diharapkan oleh Shanty Harmayn, produser dan CEO Base Entertainment.

“Kami ingin menampilkan ragam perspektif di film ini. Kebetulan kelima cerita ini punya genre yang berbeda. Benang merahnya, di share experience itu dan film ini akan menjadi catatan reflektif, dari cerita yang tidak disangka-sangka,” ungkap Shanty Harmayn.

Quarantine Tales adalah film tentang lima kisah yang menyuarakan rasa kehilangan dan terhubung kembali, bayangan masa lalu, ilusi mimpi, balas dendam, dan rasa bersalah. Kelima kisah ini digarap oleh 5 sutradara yang berbeda yaitu; Ifa Isfansyah (Cook Book), Jason Iskandar (Prankster), Sidharta Tata (The Protocol), Aco Tenri (Happy Girls Don’t Cry) dan Dian Sastrowardoyo (Nougat).

Tokoh-tokoh dalam setiap kisah mewakili berbagai emosi yang dominan dirasakan manusia selama pandemi: marah, cemas, bingung, takut, bahkan menjadi oportunis. Setiap karakternya juga menggambarkan rasa keterpisahan: terpisah dari keluarga, berjarak dari masa lalu, terputus hubungan dengan kawan baik, bahkan berjarak dari identitasnya sendiri. dan mewakili banyak emosi.

Film Quarantine Tales adalah medium untuk memahami manusia, mengenal diri kita, karena pada akhirnya #IniCeritaTentangKita. Jangan lupa, film ini bisa disaksikan mulai 18 Desember 2020, secara eksklusif di www.bioskoponline.com, dengan harga tiket hanya Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

Sinopsis Cook Book, disutradarai Ifa Isfansyah

Di saat virus mengancam kehidupan manusia, semua harus karantina di dalam rumah. Halim (Verdi Soelaiman) seorang chef masakan China, berusia 50 tahun mengisi masa karantina dengan menuliskan sebuah buku resep.

Namun bagaimana jika setelah buku resep tersebut selesai justru membawanya pada sebuah pertemuan virtual dengan wanita berusia 18 tahun bernama Li (Brigitta Cynthia)? Li mengatakan bahwa dirinya dan Halim adalah dua manusia yang tersisa di dunia dan mereka harus bersama untuk melahirkan keturunan dan menciptakan peradaban baru.

Sinopsis The Protocol, disutradarai Sidharta Tata

Sang Perampok (Abdurrahman Arif) panik saat partner-nya, Icuk (Kukuh Prasetya) mendadak tewas setelah batuk-batuk. Sang Perampok dihantui kebingungan, satu sisi dia takut tertular virus mematikan dan ingin meninggalkan Icuk, di sisi lain ia tak tega membiarkan sang partner begitu saja.

Menguburkan Icuk di sebuah hutan adalah pilihan yang diambil Sang Perampok. Namun, apa yang terjadi jika ternyata lokasi yang dipilih sebagai tempat menguburkan Icuk adalah hutan berhantu?

Sinopsis Prankster, disutradarai Jason Iskandar

Didit Iseng (Roy Sungkono) yang dikenal sebagai prankster ulung, justru mendapat “kejutan” dari Aurel (Windy Apsari), seorang food vlogger dan teman lamanya. Naasnya, kejutan tersebut ditayangkan secara langsung. Mungkin Aurel sudah kehilangan akal sehatnya.

Sinopsis Happy Girls Don’t Cry, disutradarai Aco Tenri

Adin (Arawinda Kirana), yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapat hadiah iMac dari youtuber favoritnya. Di tengah kebahagiaannya, Adin dihadapkan pada kondisi kedua orang tuanya yang kehilangan pekerjaan karena pandemi. Apa yang akan dilakukan Adin jika kedua orang tuanya meminta ia menjual iMac tersebut untuk biaya bertahan hidup selama pandemi?

Sinopsis Nougat, disutradarai Dian Sastrowardoyo

Berkisah tentang tiga saudara; Ajeng (Adinia Wirasti), Ubay (Marissa Anita) dan Denok (Faradina Mufti) yang kehilangan orangtua mereka. Di tengah pandemi, Ajeng si anak tengah, tetap berusaha menjaga ikatan dengan kedua saudaranya. Tapi hidup berubah dan mereka terpisah. Akankah Ajeng mampu mempertahankan ikatan dengan kedua saudaranya?

(Ismail Sidik Sahib)