travelounge.co | Jakarta, 10 Februari 2026 – Menyambut International Women’s Day, Godrej Consumer Products Indonesia menghadirkan inisiatif Rooted in Purpose: Women Shaping Climate Outcomes sebagai penguatan komitmen terhadap aksi iklim berbasis komunitas.
Inisiatif ini melanjutkan perhatian terhadap isu lingkungan yang sebelumnya juga ramai dibahas dalam berbagai agenda sustainability dan aksi komunitas di Jakarta serta sekitarnya.
Melalui pendekatan berbasis pemberdayaan perempuan, program Rooted in Purpose menegaskan bahwa solusi perubahan iklim dapat dimulai dari rumah, komunitas, dan kebiasaan sehari-hari.

Di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim di Indonesia, mulai dari cuaca ekstrem hingga tekanan terhadap kualitas lingkungan, kebutuhan akan aksi nyata semakin mendesak.
Namun, perubahan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan berskala besar, karena banyak solusi justru tumbuh dari inisiatif lokal yang konsisten.
Survei Sukarelawan Indonesia Pembela Alam RIMBA tahun 2026 menunjukkan bahwa 82 persen Generasi Z di Indonesia peduli terhadap pelestarian lingkungan.
Sementara itu, 85 persen responden memandang perlindungan alam sebagai prioritas nasional.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kesadaran iklim tumbuh kuat di level komunitas, di mana perempuan kerap menjadi penggerak nilai dan kebiasaan berkelanjutan.
Rooted in Purpose Dorong Aksi Iklim Perempuan
Melalui Rooted in Purpose, Godrej Consumer Products Indonesia memperkuat komitmen jangka panjang untuk memberdayakan perempuan sebagai motor penggerak aksi iklim berbasis komunitas.
Program ini juga dirancang untuk memperluas dampak keberlanjutan yang relevan dengan konteks lokal Indonesia.
Salah satu sosok yang dihadirkan adalah Rosita Istiawan, pegiat lingkungan yang mengembangkan lebih dari 30 hektar Hutan Organik di kawasan Mega Mendung.
Dari luasan tersebut terbentuk 20 kelompok tani dengan anggota 20 sampai 30 orang per kelompok, yang sebagian besar merupakan perempuan.
Rosita memulai langkahnya dari keresahan melihat ruang hijau yang semakin menyempit di sekitar tempat tinggalnya.
Ia kemudian mengajak perempuan lain untuk menanam, merawat, dan menjaga lingkungan secara kolektif.
Menurut Rosita, dampak pemberdayaan perempuan memiliki efek berlipat karena perubahan yang dimulai dari satu individu dapat menyebar ke keluarga dan komunitas.
“Perubahan tumbuh ketika perempuan diberi ruang, kepercayaan, dan pembekalan untuk bergerak bersama komunitasnya. Kami percaya langkah sederhana yang dijalani secara konsisten bisa menciptakan dampak besar,” ujar Rosita Istiawan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Godrej yang memberikan ruang kolaborasi agar gerakan berbasis komunitas dapat berakar kuat dan berkelanjutan.
Kolaborasi Godrej dan Komunitas Lokal
Head of Corporate Communications, Sustainability & Culture Godrej Consumer Products Indonesia, Wahyu Radita, menegaskan bahwa perusahaan memandang pemberdayaan perempuan sebagai strategi keberlanjutan.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci dalam menciptakan perubahan iklim yang berkelanjutan. Ketika perempuan diberdayakan, dampak yang tercipta tidak hanya berhenti pada satu aksi, tetapi meluas ke keluarga dan generasi berikutnya,” ujar Wahyu.
Godrej menempatkan diri bukan hanya sebagai perusahaan dengan komitmen keberlanjutan, tetapi sebagai mitra jangka panjang dalam membangun kapasitas komunitas.
Sejalan dengan strategi global dan nasional, perusahaan mendorong kontribusi terhadap SDG 5 tentang Gender Equality serta SDG 13 tentang Climate Action.
Pendekatan yang digunakan meliputi:
- Pemberdayaan perempuan berbasis komunitas
- Kolaborasi jangka panjang dengan pegiat lokal
- Penguatan kesadaran lingkungan di sekitar area operasional
Ke depan, kolaborasi dengan Rosita Istiawan dan komunitas lokal akan diperluas untuk memperbanyak ruang hijau, khususnya di sekitar Gunung Putri, Jawa Barat.
Melalui Rooted in Purpose, Godrej menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar isu sosial.
Lebih dari itu, strategi ini menjadi bagian dari upaya membangun masa depan yang inklusif dan berkelanjutan melalui aksi nyata di tingkat komunitas. (Wulan A./Rhadzaki)













