Jakarta, 19 Februari 2026 – Samsung Innovation Campus Batch 7 mengumumkan dua tim terbaik pengembang solusi AI dan IoT dalam Culmination Event yang digelar 16 Februari 2026.
Program yang diinisiasi oleh Samsung Electronics Indonesia ini memperkuat komitmen terhadap pengembangan talenta digital melalui pembelajaran berbasis proyek yang terstruktur.
Di tengah kebutuhan nasional akan 600.000 talenta per tahun untuk mendukung transformasi digital, inisiatif ini menjadi langkah konkret menjembatani dunia pendidikan dan industri.

Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha Pekanbaru dan Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga terpilih sebagai tim terbaik pertama di masing-masing kategori siswa dan mahasiswa.
Keduanya melewati rangkaian pembelajaran, mentoring, serta seleksi nasional yang ketat sebelum tampil di babak Final Judging.
Pada tahap akhir, para finalis mempresentasikan solusi berbasis Artificial Intelligence dan Internet of Things yang berangkat dari persoalan nyata di sekitar mereka.
Penilaian dewan juri mencakup kualitas presentasi, relevansi masalah dan solusi, demonstrasi prototipe, integrasi AI dan IoT, pemahaman teknis, serta potensi pengembangan ke depan.
Dewan juri melibatkan perwakilan dari berbagai institusi, termasuk kementerian terkait, Samsung R&D Institute Indonesia, dan mitra industri.
Solusi AI dan IoT Relevan dan Berdampak
Melalui pendekatan project-based learning, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi membangun prototipe aplikatif yang teruji.
Tim Lumyx mengembangkan Alex Your Truly Personal AI, asisten personal berbasis IoT yang berfungsi sebagai learning companion.
Alex mampu merespons perintah, mendengarkan secara real-time, merangkum informasi, serta membangun memori personal pengguna secara berkelanjutan.
Dengan dukungan pemrosesan audio visual serta machine learning berbasis edge dan server, solusi ini menghadirkan interaksi kontekstual tanpa aplikasi kompleks.
Sementara itu, Tim Outliers menghadirkan PhysioTrack, solusi rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT.
Sistem ini memungkinkan pasien menjalani terapi dari rumah dengan pemantauan terukur oleh terapis.
Melalui integrasi sensor IoT, data latihan dan indikator fisiologis dianalisis model AI untuk menghasilkan status risiko dan rekomendasi berbasis data.
Dua solusi ini menunjukkan bagaimana AI dan IoT dapat diterapkan secara kontekstual untuk menjawab tantangan kesehatan dan pendidikan.
Beberapa aspek unggulan dari proyek peserta meliputi:
- Integrasi AI dan IoT dalam satu sistem terpadu
- Prototipe fungsional dengan demonstrasi nyata
- Orientasi pada dampak sosial dan aksesibilitas
- Potensi pengembangan komersial dan skalabilitas
Samsung Innovation Campus Batch 7 Dukung Transformasi Digital Nasional
Momentum ini selaras dengan agenda penguatan literasi digital generasi muda Indonesia.
Perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai pendekatan mindful, meaningful, dan joyful learning tercermin dalam program ini.
Penetapan coding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan berdiri sendiri dinilai relevan dalam mempersiapkan talenta masa depan.
Dari sisi pendidikan tinggi, kolaborasi antara industri dan pemerintah dipandang krusial untuk memperkuat ekosistem digital nasional.
Samsung Innovation Campus hadir sebagai ruang bertumbuh yang menciptakan efek pengganda melalui pendampingan guru dan dosen.
Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Bagus Erlangga, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi membuka peluang dan akses bagi generasi muda.
Culmination Event Batch 7 menjadi simbol bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu memperkecil jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi membangun solusi yang siap dikembangkan lebih lanjut.
Sejalan dengan visi global Enabling People, Samsung Innovation Campus terus mendorong generasi muda Indonesia untuk berinovasi dan berkontribusi dalam membangun masa depan berbasis AI. (Wulan A./Rhadzaki)











