Tegal, 12 January 2026 – Bagi Sarno (48), mudik ke Tegal selalu punya satu agenda wajib: berendam di air panas Guci. Warga Pondok Gede ini rutin pulang kampung dua kali setahun, saat akhir tahun dan Lebaran.
Namun Desember lalu, rencana liburan Sarno bersama keluarga harus dibatalkan. Banjir bandang menerjang kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, dan menghancurkan beberapa fasilitas utama, termasuk Pancuran 13 yang jadi favorit wisatawan.

Pancuran 13 Lenyap, Fasilitas Terdampak Parah
Banjir bandang yang terjadi akibat hujan intens di hulu sungai membuat Pancuran 13 dan Pancuran 5 rusak berat. Pipa-pipa air panas yang biasanya menyuplai hotel dan villa juga ikut hanyut. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan membuat beberapa titik wisata utama tidak bisa diakses.
Objek wisata lain seperti Curug Pengantin, Curug Jedor, Bukit Bintang, dan Taman Anggrek masih tersedia, namun akses dan fasilitas sempat terganggu pasca banjir.
Guci Tak Hanya Air Panas
Guci dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Tegal. Selain pancuran air panas, kawasan ini juga menyuguhkan pengalaman wisata alam pegunungan: air terjun alami, hutan pinus, jalur trekking ringan, hingga lokasi swafoto populer seperti Golden Park Guci dan The Baron Hill.
Sarno, seperti banyak wisatawan lain, mengaitkan Guci dengan pengalaman berendam air panas. Ketika fasilitas utama rusak, pengalaman itu terasa tidak lengkap.
Harapan untuk Pemulihan Cepat
Masyarakat dan pelaku wisata berharap pemulihan Guci dilakukan dengan cepat. Sebab, Guci bukan hanya tempat liburan, tapi sumber penghidupan bagi warga sekitar.
Bencana alam memang tidak pandang bulu. Tapi dengan penanganan cepat dari pemerintah dan kolaborasi pemangku kepentingan, pariwisata di Guci bisa segera bangkit.
Sarno sendiri masih menyimpan harapan. “Kalau nggak bisa akhir tahun, mungkin pas mudik Lebaran nanti bisa ke Guci lagi,” ujarnya. (Rdy/Rhadzaki)














