Sate Kere Yu Rebi Yang Tidak Kere Rasa

Travelounge

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Kondang disebut Sate Kere karena penganan ini terbuat dari ampas tahu dan jeroan sapi. Harganya tentu lebih murah daripada dagingnya. Mungkin karena itulah dinamakan Sate Kere.

Selain dari jeroan sapi, sate ini juga diolah dengan tempe gembus yang terbuat dari ampas tahu. Tapi layaknya sate pada umumnya, sate kere juga disajikan dengan sambal kacang dan lontong. Soal rasanya, jauh dari kere rasa kok.

Nah, untuk menikmati kuliner khas Solo ini warung sate kere yang paling terkenal di Solo adalah Warung Sate Kere Yu Rebi. Tepatnya, terletak di belakang Stadion Sriwedari Solo dan di Galabo. Warung ini buka dari jam 10 pagi hingga jam 9 malam. Soal harga di warung ini  jangan ditanya lagi murahnya. Seporsi sate kere di warung ini ada yang dibanderol cuma 10 ribuan.

Sate kere ini adalah salah satu ikon kuliner Solo. Tempe gembus menjadi bahan utama pembuatan sate kere. Penjual sate kere yang kondang adalah Yu Rebi. Warung yang sudah ada sejak tahun 1986 ini, menjadi langganan  Presiden Jokowi dan keluarganya.

Sate kere Yu Rebi juga membuka cabang di Gladak Langen Bogan (Galabo). Wisata kuliner malam hari yang buka sejak tahun 2008 ini, menjadi salah satu program bentukan Jokowi ketika menjabat sebagai Walikota Surakarta.

Sate kere lahir karena dulunya sate daging dianggap makanan mewah yang hanya disantap kalangan menengah ke atas. Akhirnya masyarakat miskin atau ‘kere’ membuat versi sate lain dengan menggunakan tempe atau jeroan. Sate lembut ini dapat dinikmati bersama lontong atau nasi. Nah ketika dikunyah, tidak ada rasa kere di penganan itu. Hmmm maknyus deeh.

Ismail Sidik

Berbagi: