Mon. Nov 29th, 2021

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Selo Group memajukan usaha lokal melalui Platform Ecommerce dengan membuka Selo Footprints eshop untuk membantu meningkatkan daya saing usaha kecil di Indonesia di era ekonomi digital.

Selo Group mendorong pertumbuhan usaha kecil lokal di Indonesia melalui situs ecommerce www.selofootprints.org. Memahami pentingnya peranan usaha kecil dan ekonomi nasional, Selo menciptakan platform tersebut untuk membantu usaha kecil beradaptasi dan berpartisipasi lebih dalam transformasi digital sehingga mampu meraih peluang pasar baru.

Situs Selo Footprints menampilkan produk-produk mereka dengan harga terjangkau di mana pembeli juga dapat menyisihkan keuntungan ke salah satu yayasan nirlaba yang merupakan mitra Selo.

“Pandemi telah menciptakan tantangan ekonomi di seluruh dunia. Pembatasan dan lockdown membuat bisnis berjalan lambat dan menyebabkan industri hospitality mengalami penurunan signifikan dengan dampak terbesar dirasakan oleh usaha kecil dalam komunitas lokal yang sangat bergantung pada sektor pariwisata,” ujar Andrew Corkery, CEO dari Selo Group.

Lanjutnya lagi, “Berbelanja dari industri lokal turut mendukung keberlanjutan, membangun semangat komunitas dan menciptakan peluang ekonomi bagi semua orang. Di Selo, kepedulian kami terhadap komunitas dan pembangunan regeneratif menginspirasi kami untuk mengangkat usaha lokal di Indonesia yang menawarkan produk-produk menarik.”

Platform ecommerce membantu usaha kecil untuk meraih manfaat dari perekonomian digital dan menjaga keberlangsungan bisnis dengan menyediakan sarana untuk mengakses pasar lokal dan internasional dengan harga kompetitif. Situs ecommerce Selo Footprints menampilkan berbagai pilihan produk yang dapat dikirim ke belahan dunia manapun, mulai dari produk komunitas dan hasil kerja sama dengan bisnis ramah lingkungan hingga makanan seperti selai.

BACA JUGA: Awesome Review Contest Bersama Samsung Galaxy A32

Produk-produk tersebut adalah buatan tangan pengrajin lokal Indonesia, seperti Vividerm yang menghasilkan produk tabir surya alami dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya, dan Yanami Juan Home and Gallery yang membuat lukisan pada tas jinjing, syal dan barang-barang lainnya. Pembeli juga dapat menemukan pakaian, produk wellness dan aksesoris olahraga yang merupakan buatan tangan para pengrajin lokal, termasuk deep tissue bamboo surf roller yang dirancang sebagai alat pijat mandiri setelah berolah raga.

Para pengrajin tersebut adalah bagian penting dari usaha komunitas lokal Indonesia. Contohnya Du Anyam yang mempromosikan budaya kerajinan anyaman dari para perempuan berbakat ke masyarakat di seluruh Indonesia dan belahan dunia lain. Du Anyam berupaya untuk memberdayakan perempuan dengan membantu mereka agar dapat memberikan kontribusi dalam perekonomian keluarga mereka, sehingga memberikan perubahan positif untuk keluar dari kemiskinan.

Di desa Sembalun, Lombok Timur, Sembahulun Handmade memberdayakan perempuan dan membuat produk kerajinan tangan dari kain yang ditenun tangan menggunakan pewarna alami.

Berlokasi di Bali, Awani memproduksi selai buah tropis yang berhasil memenangkan penghargaan internasional, mengambil buah-buahan tropis terbaik dari petani terpercaya di seluruh Indonesia dengan proses pengawetan tanpa mesin. Awani mendukung pengrajin Bali dengan mengemas makanannya dalam kain batik dan wadah anyaman buatan tangan.

Sebagai bagian dari upaya regeneratif berkelanjutannya, Selo bermitra dengan beberapa merek yang memiliki produk berkelanjutan di Indonesia seperti Coconesia, Pinalo, Vividerm, IndoSole dan Awani.

Selain itu, Selo secara aktif mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan komunitas. Baru-baru ini Selo meluncurkan inisiatif penggalangan dana Selo Footprints Fundraiser bertajuk “Stronger Together” yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam mensponsori pendakian Gunung Rinjani di Lombok dan berdonasi untuk amal. Empat pendaki berpartisipasi dalam pendakian tersebut dan berhasil mencapai puncak gunung pada 26 September 2021.

Insiatif tersebut menggalang dana lebih dari Rp50 juta untuk didistribusikan ke mitra sosial Selo, yaitu Scholar of Sustenance, Du Anyam, Selong Belanak Community Association dalam upaya mendukung pemberdayaan perempuan lokal, penyelamatan makanan surplus (food rescue) dan nutrisi, akses ke pendidikan dasar, serta program zero waste dan pelestarian lingkungan.

Melalui Program Selo Footprints, Selo Group telah bekerja keras selama lebih dari 12 tahun untuk mendukung komunitas lokal di Indonesia. Selo menyediakan keberlangsungan lapangan pekerjaan untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Selong Belanak, Lombok, serta memberi bantuan bencana alam. Selo berkoordinasi dan berpartisipasi dalam aksi bersih pantai, mendukung sekolah lokal dengan mendirikan klub olahraga dan menyediakan infrastruktur penting seperti toren air dan internet. Selo juga merupakan anggota Selong Belanak Community Association yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan, pengelolaan sampah dan pengembangan komunitas.

(Ismail Sidik Sahib)