Fri. Oct 29th, 2021

TRAVELOUNGE.CO I GIANYAR – Pengembangan subsektor seni pertunjukan di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, lewat program Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia terus di dorong Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Menparekraf Sandiaga saat hadir dalam Workshop Kata Kreatif Indonesia di Yayasan Bali Purnati, Sabtu (25/9/2021), menjelaskan, kabupaten yang dijuluki sebagai “Bumi Seni” ini sudah mendapatkan penetapan sebagai satu dari sepuluh Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia pada tahun 2019 dengan memiliki tiga subsektor yang diunggulkan. Yakni seni pertunjukan, kriya, dan kuliner.

Subsektor seni pertunjukan jadi yang paling terdampak, karena pembatasan aktivitas di masa PPKM.

“Kami memiliki program bantuan untuk usaha pariwisata termasuk sektor pertunjukan, pemerintah akan berupaya hadir tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, kami akan mendukung dalam bentuk hybrid di dalam event-event yang nantinya akan disiarkan melalui channel youtube kami,” katanya.

Menparekraf Sandiaga juga mendukung sektor seni pertunjukan menjadi unggulan di Gianyar sehingga perlu ditingkatkan untuk membuka lapangan kerja seluas mungkin bagi masyarakat. Dan bisa menjadi salah satu daya tarik unggulan untuk atraksi pariwisata. Oleh karena itu, perlu ada kolaborasi dari para pemangku kepentingan agar dapat meningkatkan potensi sektor ekonomi kreatif.

“Dengan semakin meningkatnya ekonomi kreatif di Indonesia, maka ini menjadi peluang besar bagi munculnya usaha atau bisnis baru yang membantu menyelesaikan permasalahan pengangguran di Indonesia. Tentunya diperlukan kolaborasi, kerja sama berbagai stakeholder untuk mendorong bangkitnya ekonomi kreatif Indonesia, khususnya di Kabupaten Gianyar,” katanya.

BACA JUGA: KA Lokal Walahar, Jatiluhur dan Siliwangi Beroperasi Lagi, Berikut Ketentuannya

Kemenparekraf/Baparekraf terus melakukan upaya pengembangan seni pertunjukan melalui program dan kegiatan yang relevan, seperti mengkondisikan iklim penyelenggaraan event yang kondusif di tengah pandemi melalui Direktorat Penyelenggara Event baik skala daerah, nasional, bahkan internasional.

Kegiatan seperti Kreatif Dari Rumah berupa program stimulus untuk para pelaku ekraf agar tetap produktif berkarya dari rumah; AKSILARASI (Aksi, Selaras, Sinergi) berupa pendampingan penciptaan dan pemanfaatan produk kreatif di bidang musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan penerbitan di destinasi super prioritas dan juga melalui workshop KaTa Kreatif.

Melalui berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pemikiran kreatif para peserta, sehingga mereka dapat terus berkarya dengan bekal materi kreativitas, pemodelan bisnis, promosi digital, dan pengelolaan keuangan serta permodalan.

Saat bertemu 35 pelaku ekonomi kreatif di Yayasan Bali Purnati, Menparekraf Sandiaga juga sempat berkolaborasi dengan salah satu musisi terkenal kelahiran Gianyar yaitu I Wayan Balawan dengan membawakan satu buah lagu dari grup Slank. Setelah itu Menparekraf melihat produk-produk ekraf karya masyarakat Gianyar dan diisi pula dengan permainan di mana para peserta diminta membuat simulasi seni pertunjukan yang menarik dan diunggah ke media sosial.

(Ismail Sidik Sahib)