travelounge.co | Jakarta, 26 Januari 2026 – Wisatawan domestik kini mencari pengalaman liburan yang lebih unik dan berkelanjutan. Berbagai gaya perjalanan baru seperti ekowisata komunitas, literasi sejarah, dan relawan kini mulai naik daun.
Misalnya, Travelounge mencatat tren wisata Indonesia 2026 meliputi kuliner viral dan staycation hemat. Fenomena ini, atau tren wisata domestik alternatif 2026, tercermin dari meningkatnya minat pelancong terhadap ekowisata dan gaya liburan berkelanjutan.

Tren Wisata Domestik Alternatif 2026: Destinasi Baru
Banyak destinasi baru di dalam negeri yang kini naik daun. Lampung misalnya, menawarkan Way Kambas dan snorkeling di Pahawang yang masih sepi, sedangkan Magelang dengan Candi Borobudur kian populer sebagai pengalaman reflektif di pagi hari. Di Jawa Barat, Pangandaran memadukan pantai indah, Green Canyon, dan Gunung Galunggung dalam satu paket liburan seru. Destinasi bahari seperti Wakatobi juga menggiurkan bagi pencinta laut dengan terumbu karangnya yang menakjubkan. Sementara itu, Labuan Bajo di NTT menawarkan padang savana eksotis dan Komodo, lalu perjalanan ke Desa Wae Rebo menghadirkan pengalaman budaya Nusa Tenggara yang khas.
Gaya Liburan Alternatif Populer 2026
Selain destinasi baru, gaya liburan alternatif juga meningkat popularitasnya. Ekowisata berbasis komunitas makin diminati; wisatawan kini mencari akomodasi ramah lingkungan dan kegiatan konservasi, seperti menanam pohon atau restorasi terumbu karang. Wisata literasi – atau readaways – ikut tren: pelancong menyisihkan waktu tenang untuk membaca buku di vila pantai, kabin pegunungan, atau kafe klasik di kota tua. Gaya hidup digital nomad juga berkembang pesat; karyawan lepas banyak merantau ke kota-kota kecil sambil tetap bekerja online, mendorong kota seperti Yogyakarta dan Bandung menyediakan coworking space serta internet cepat.
Kemudian, wisata relawan (voluntourism) menjadi pilihan berlibur yang bermakna – traveler berpartisipasi aksi sosial seperti membersihkan pantai atau mengajar di desa wisata dalam satu perjalanan. Wisata petualangan bertanggung jawab terus bertambah, dengan minat pada aktivitas spesifik seperti mendaki gunung api (geowisata), susur gua, dan scuba diving di terumbu karang. Di sisi lain, wisata kebugaran dan wellness tourism turut naik daun: paket yoga, meditasi, spa tradisional, dan aromaterapi ditawarkan di berbagai destinasi sebagai ruang pemulihan fisik dan mental.
Dengan ragam destinasi dan gaya baru ini, tren wisata domestik alternatif 2026 menyajikan pilihan liburan yang lebih bermakna dan berkelanjutan bagi traveler Indonesia. Setiap perjalanan bukan sekadar hiburan, melainkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pelestarian alam, budaya, maupun kesehatan diri sendiri. (Rhadzaki)













