Sat. Oct 16th, 2021

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA– Tanggal 1 Mei menandakan hari lahirnya perusahaan transportasi darat yang begitu lekat di hati masyarakat Indonesia, yaitu Sang Burung Biru alias PT Blue Bird Tbk yang pertama kali didirikan pada tahun 1972.

Menyambut masa waktu yang tidak singkat, yaitu 49 tahun berkiprah sebagai penyedia layanan transportasi terbaik di Indonesia, PT Blue Bird Tbk telah dikenal sebagai perusahaan yang lekat dengan konsistensi akan inovasi dan layanan terbaik guna menghadirkan mobilitas dalam menghubungkan banyak peluang untuk membawa kesempatan baru bagi pertumbuhan bangsa Indonesia.

Sederet penyegaran untuk meningkatkan layanan tak henti dilakukan sejak armada Holden Torana, pertama kali bergulir di aspal Ibu Kota, Jakarta pada 1 Mei 1972. Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin pada tahun 1972 untuk menata sektor transportasi publik menjadi pembuka sejarah layanan PT Blue Bird Tbk. Saat itu, Ali Sadikin mengungkapkan bahwa Jakarta membutuhkan taksi dengan sistem argometer untuk penertiban taksi gelap dan membawa Ibu Kota kearah yang lebih metropolitan.

Lewat semangatnya, Ibu Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, sebagai pendiri dari PT Blue Bird Tbk menghadirkan 25 armada Holden Torana sebagai armada pertama PT Blue Bird Tbk. Tahun demi tahun berlalu, sang burung biru secara konsisten terus membenahi diri untuk menjadi yang terbaik. Semangat tulus dalam memberikan layanan yang aman dan nyaman tertuang lewat sederet inovasi yang dihadirkan.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo mengungkapkan, bahwa perusahaan Bluebird sejak pertama kali didirikan telah lekat citranya sebagai pelopor dari perusahaan transportasi yang secara konsisten menghadirkan inovasi terbaru. “Sejak awal kehadirannya dalam melayani masyarakat, perusahaan berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan terbaik. Di 1972, Bluebird telah menggunakan sistem argometer melalui armada Holden Torana. Kemudian di tahun 1980, Air Conditioner telah menjadi perlengkapan standar di layanan kami. Dan di 1990, perusahaan telah memiliki sistem komputerisasi dalam menerima permintaan masyarakat melalui Bluebird Call Center,” ujarnya.

Memasuki tahun 1992, Bluebird Group menghadirkan layanan taksi eksekutif, yang dinamakan Silverbird melalui armada eks KTT non blok ASEAN. Selanjutnya dalam rangka meremajakan armada Silverbird sekaligus meningkatkan kenyamanan untuk pengalaman mobilitas terbaik, Silverbird mendatangkan armada Mercedes-Benz C-Class pada tahun 2007. Hal ini menandai Bluebird sebagai taksi pertama yang menggunakan mobil Mercy sebagai armada taksi eksekutif.

Pada tahun 2013, perusahaan meluncurkan Bigbird Premium untuk menawarkan pengalaman bepergian yang semakin berkesan. Dengan antusias dari para pelanggan, pada tahun 2020 Bigbird kembali mendatangkan armada baru untuk layanan Bigbird Premium. Sigit Djokosoetono, Direktur PT Blue Bird Tbk mengungkapkan bahwa armada baru menjadi bagian dari diversifikasi usaha perusahaan. “Dengan semua keunggulan yang dimillikinya, Bigbird Premium menjadi layanan yang memberikan keamanan dan kenyamanan, sekaligus nuansa premium dan mewah kepada para pelanggan saat perjalanan wisata bersama keluarga maupun keperluan bisnis.”

Armada Bigbird Premium didesain dan dilengkapi dengan berbagai sarana dan fasilitas layanan personal yang menawarkan nuansa mewah dan premium; mulai dari exclusive seats dengan fitur pijat, ruang karaoke, onboard kitchen, mini refrigerator, ruang pribadi untuk meeting, Wi-Fi, minibar, LCD TV, hingga rest room. Armada Bigbird Premium Alpha memiliki kapasitas 14 exclusive seats dan ditambah dengan ruang entertainment, serta untuk jenis Bravo mampu memiliki kapasitas 12 exclusive seats.

Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Bluebird Group
Katalis, merupakan sebuah kata yang lekat dengan PT Blue Bird Tbk. Berbagai inovasi dari awal mulai dari sistem argometer, Air Conditioner, akses pemesanan Call Center dengan sistem komputerisasi hingga implementasi GPS telah menjadikan perusahaan dengan awalnya berjumlah 25 unit Holden Torana, berkembang menjadi puluhan ribu armada yang siap melayani kebutuhan mobilitas masyarakat.

Maka tidak jarang, Bluebird banyak mendapatkan penghargaan baik skala nasional maupun dunia sebagai apresiasi terhadap peran perusahaan sebagai katalis khususnya di bidang teknologi dan inovasi.

Gebrakan Bluebird di tahun 2011 berkaitan dengan maraknya ponsel pintar Blackberry di Indonesia yang menjadi awal mula perkembangan aplikasi pemesanan layanan Bluebird. Pada tahun tersebut, PT Blue Bird Tbk meluncurkan aplikasi pertamanya pada gawai pintar Blackberry yang dinamakan Bluebird Group Taxi Mobile Reservation. Inovasi ini turut diapresiasi oleh pihak Research in Motion yang kemudian dikenal sebagai Blackberry sebagai taksi pertama di dunia yang memiliki fitur online reservation.

Perkembangan teknologi komunikasi ini kemudian terus dikembangkan hingga pada tahun 2016, untuk pertama kalinya PT Blue Bird Tbk meluncurkan aplikasi MyBlueBird versi pertama. Aplikasi ini tersemat berbagai fitur antara lain taxi nearby, driver rating, share my journey, multi-payment, hingga easy ride.

Di 2019, kehadiran unit Tesla Model X sebagai armada E-Silverbird dan BYD sebagai armada E-Bluebird merupakan bukti dari kepedulian nyata perusahaan tidak hanya sebatas mobilitas, namun juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang tidak luput dari rangkulan sayap sang burung biru. Peran perusahaan sebagai katalis di kendaraan listrik bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan melalui zero emission.

Sejak resmi mengaspal pada tahun 2019 silam, kendaraan taksi listrik Bluebird Group telah menarik minat masyarakat. Pasalnya, kendaraan listrik merupakan hal baru yang ada di Indonesia, dan perusahaan menghadirkannya agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, namun juga menjadi penikmat dari kemajuan teknologi transportasi.

“Kampanye kendaraan listrik secara keseluruhan memberikan nilai lebih, karena sekarang masyarakat tidak hanya melihat wujud kendaraan listrik melalui media sosial ataupun televisi, namun sudah bisa merasakan langsung bepergian dengan kendaraan listrik melalui E-Bluebird dan E-Silverbird di jalanan ibukota,” ujar Adrianto Andre Djokosoetono, Direktur PT Blue Bird Tbk.

Apresiasi lain diberikan kepada Bluebird Group atas langkah perusahaan yang sejak tahun 2014 telah menghadirkan layanan khusus Lifecare Vehicle Taxi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan transportasi bagi kaum difabel, lansia, dan wanita hamil.

BACA JUGA: Kemenparekraf Lakukan Pemetaan Potensi Subsektor Ekraf di Lombok Tengah

Armada Life Care Vehicle Taxi dari Bluebird Group

Lifecare Vehicle Taxi merupakan armada MPV (Multi Purpose Vehicle) 7 tempat duduk yang telah dilengkapi penggerak kursi jok elektrik dengan fitur Power Slide Up Seat sehingga mampu memudahkan aksesibilitas penumpang untuk naik maupun turun dari pintu samping. Saat ini, armada Lifecare Vehicle Taxi dari Bluebird Group dapat diperoleh melalui call center (021-79171234) serta outlet eksklusif di beberapa rumah sakit yang telah terdaftar.

Noni menekankan bahwa faktor teknologi menjadi salah satu andalan bagi Bluebird dalam meningkatkan layanan. “Peningkatan kualitas armada harus sejalan dengan penerapan teknologi. Inovasi teknologi menjadi kunci dalam pelayanan kami dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi tanah air. Dengan perpaduan kualitas armada dan penerapan teknologi memungkinkan kami untuk terus menghadirkan layanan mobilitas terbaik,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang peka akan kebutuhan masyarakat, PT Blue Bird Tbk terus melakukan pembaharuan di aplikasi pemesanannya. Teranyar, pada awal tahun 2021, dengan tema A New Mobility Symphony, Bluebird meluncurkan versi terbaru yaitu MyBlueBird 5 yang telah dirancang untuk memperluas kegunaan bagi pengguna setia dengan memperkenalkan beragam fitur antara lain Chat To Driver, Fixed Price, Multi-Payment, All-In-One Service, Reorder, Predictable Pick Up Time, hingga Customizable Favorite Places yang ditampilkan dengan All New Design sehingga memberikan kenyamanan dan keuntungan ekstra.

Noni mengungkapkan bahwa peluncuran aplikasi MyBlueBird 5 merupakan rangkaian transformasi digital perusahaan sekaligus sebagai bentuk nyata dalam memahami kebutuhan konsumen.

Hingga saat ini, Bluebird Group telah membuat ekosistem transportasinya secara mandiri dengan lebih dari 23.000 armada yaitu layanan Bluebird – taksi reguler, layanan Silverbird – taksi eksekutif, layanan Goldenbird – limosin dan car rental, layanan Bigbird – charter bis hingga Cititrans sebagai shuttle antar kota antar provinsi yang diakuisisi pada 2019. Berbagai inovasi, ekspansi dan peremajaan secara konsisten dihadirkan oleh Bluebird Group sebagai satu layanan transportasi terdepan di tanah air.

Dukungan Sosial Bluebird: Pendidikan, Pemberdayaan Perempuan, Kelestarian Lingkungan, Budaya, dan Kesejahteraan Pengemudi serta Karyawan.
Sebuah nama akan lekat untuk menjadi cerminan dari sikap dan kepribadian. Nama Bluebird yang diambil dari filosofi sebagai sang burung pembawa kebahagiaan, tidak hanya fokus pada perkembangan armada beserta teknologinya. Di bawah payung program Bluebird Peduli, perusahaan secara berkelanjutan terus berperan aktif dalam memberikan manfaat kepada masyarakat luas, termasuk juga bagi kesejahteraan pengemudi dan karyawannya.

Noni mengungkapkan, komitmen tersebut merupakan budaya serta nilai yang sudah diwariskan oleh mendiang Ibu Djoko dan terus dipegang hingga saat ini. “Nenek saya pernah berpesan, semakin banyak yang kita peroleh, maka semakin banyak kita juga harus berbagi. Kata-kata tersebut yang terus melekat pada diri kami, dan semangat Bluebird untuk menjadi perusahaan yang dapat memberikan dampak positif kepada khalayak luas.”

Serangkaian program tersebut direalisasikan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan melalui Beasiswa Bluebird, pemberdayaan perempuan melalui Kartini Bluebird, kelestarian lingkungan melalui armada listrik, kesejahteraan keluarga besar Bluebird Group melalui program umroh gratis dan penyediaan rumah dengan KPR ringan, hingga kelestarian budaya antara lain dukungan pada acara Bebayuhan Sapuh Leger dan Bebayuhan Melik Massal, pelestarian Wayang Orang melalui Yayasan Satya Budaya Indonesia serta dukungan beasiswa terhadap pemenang kontestan Jegeg Bungan Desa di Festival Budaya Adat Kuta.

“Sejak pertama kali diadakan pada 1998, secara total kami telah memberikan beasiswa kepada 34.000 anak-anak dari pengemudi Bluebird. Bahkan termasuk pada tahun 2020 meski dihadapi tantangan dari pandemi COVID-19, perusahaan tetap mampu memberikan beasiswa pendidikan kepada lebih dari 1.300 anak,” ujar Noni.

Noni menambahkan bahwa saat ini, perusahaan juga terus secara aktif dalam mengajak para perempuan baik istri maupun putri dari pengemudi Bluebird untuk bergabung ke dalam Kartini Bluebird. Dengan pembekalan keterampilan seperti jahit menjahit, tata boga, dan termasuk edukasi finansial yang disediakan, Kartini Bluebird diharapkan mampu mendukung kesejahteraan dari keluarga pengemudi Bluebird Group.
Selain di sektor pendidikan dan pemberdayaan perempuan, sektor kelestarian lingkungan juga turut menjadi perhatian Bluebird. Hadirnya E-Bluebird dan E-Silverbird tidak hanya untuk memberikan pengalaman baru akan bepergian dengan kendaraan listrik, namun kehadirannya juga ditujukan untuk membirukan langit Ibu Kota. Program ini juga didukung dengan kolaborasi bersama World Wildlife Fund (WWF) dalam kampanye One Ride One Seed – di mana setiap penumpang yang naik kendaraan listrik Bluebird Group dapat menyumbang satu penanaman pohon.

Bergerak lebih jauh, Noni menambahkan bahwa kegiatan sosial dan kebudayaan tak luput dari perhatian Bluebird. “Bluebird dapat menjadi perusahaan besar hingga saat ini tentunya tidak terlepas dari peran pengemudi sebagai ujung tombak perusahaan. Oleh karenanya sebagai sebuah keluarga besar, perusahaan menghadirkan program-program seperti umroh gratis serta penyediaan rumah dengan KPR ringan. Hal ini diharapkan dapat mendukung kesejahteraan mereka, dan menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi pengemudi dalam melayani masyarakat.”

(Ismail Sidik Sahib)