Today

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi H-3, Pergerakan Penumpang Naik 10,79 Persen

Travelounge

Suasana puncak arus mudik Lebaran 2026

Jakarta, 20 Maret 2026 – Puncak arus mudik Lebaran 2026 tercatat terjadi pada H-3 atau Rabu, 18 Maret 2026 dengan lonjakan pergerakan penumpang di berbagai moda transportasi.

Pergerakan ini terdistribusi merata di hampir seluruh moda, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik tahun ini.

Data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 juga mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna angkutan umum dibandingkan tahun sebelumnya.

Suasana puncak arus mudik Lebaran 2026

Berdasarkan data posko, angkutan penyeberangan menjadi moda dengan jumlah penumpang tertinggi pada H-3, yakni mencapai 403.883 penumpang.

Posisi berikutnya ditempati angkutan perkeretaapian dengan 401.238 penumpang, disusul angkutan udara sebanyak 311.836 penumpang, serta angkutan darat (bus dan travel) sebesar 232.016 penumpang.

Sementara itu, angkutan laut mencatat puncak pergerakan lebih awal pada H-6 dengan jumlah 105.936 penumpang.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi, menjelaskan bahwa pola pergerakan tahun ini menunjukkan tren multimoda yang semakin kuat.

“Puncak arus mudik pada H-3 terjadi hampir di seluruh moda transportasi, dengan dominasi tertinggi pada angkutan penyeberangan. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat semakin tersebar dan tidak terfokus pada satu moda saja, melainkan memanfaatkan berbagai alternatif transportasi yang tersedia,” ujar Titis.

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Didominasi Multimoda

Data sementara dari H-8 (13 Maret 2026) hingga H-2 (19 Maret 2026) mencatat total 9.047.233 penumpang menggunakan angkutan umum.

Jumlah tersebut meningkat 10,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 8.166.170 penumpang.

Rinciannya meliputi:

  • Perkeretaapian: 2.669.314 penumpang (naik 14,05%)
  • Angkutan udara: 1.982.987 penumpang (naik 5,18%)
  • Angkutan laut: 739.724 penumpang (naik 6,48%)
  • Penyeberangan: 2.259.469 penumpang (naik 15,54%)
  • Angkutan darat: 1.395.739 penumpang (naik 8,18%)

Selain angkutan umum, pergerakan kendaraan pribadi juga mengalami peningkatan.

Tercatat sebanyak 1.383.338 kendaraan keluar Jakarta selama periode H-8 hingga H-2, meningkat 5,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, kendaraan yang masuk ke Jakarta mencapai 917.512 unit atau naik 11,39 persen.

Pemerintah Perkuat Kesiapan Transportasi Lebaran

Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 memantau total 1.560 simpul transportasi dan jaringan di seluruh Indonesia.

Rinciannya meliputi 264 simpul angkutan laut, 177 terminal, 248 simpul penyeberangan, 472 simpul kereta api, 257 simpul angkutan udara, serta jaringan jalan tol dan arteri.

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

“Pemerintah terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, peningkatan kapasitas layanan, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama,” tambah Titis.

Kementerian Perhubungan juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan dan memanfaatkan informasi resmi guna menghindari kepadatan.

Dengan sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat, pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 diharapkan berjalan aman, lancar, dan terkendali.(Harish E.)

Related Post