Blue Bird Tingkatkan Pelayanan dengan WISA

Blue Bird Tingkatkan Pelayanan dengan WISA

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Program  Wonderful Indonesia Service Ambassador (WISA) sangat penting dalam meningkatkan pelayanan pengemudi taksi di bandara ataupun tempat wisata.

Dalam menjelaskan WISA, Arief Yahya memberikan benchmark taksi Black Cab di Kota London, Inggris. Ia menyebut, belum ke London kalo belum naik Black Cab. Walaupun tarifnya 3 kali lebih mahal dari tarif taksi biasa, tapi taksi berbentuk unik itu masih menjadi idola para wisatawan.

“Sebagai benchmark saja, jika ingin lulus jadi driver taksi Black Cab di London, perlu waktu kurang lebih 3 tahun untuk test knowledge. Tidak hanya itu, para driver juga harus hapal 15 ribu jalan serta 20 ribu spot destinasi. Para driver Black Cab juga memberikan storytelling kepada para penumpangnya. Contoh bila penumpangnya muslim, mereka akan bercerita dimana tempat kuliner halal, dimana masjid, dan lainnya,” ujarnya.

Namun, Blue Bird tidak perlu seperti itu. Sebab, Kemenpar dan Blue Bird akan membuat aplikasi yang sangat memudahkan bagi para driver. Aplikasi ini nantinya akan dipasang di dashboard dan berfungsi memudahkan para pengemudi Blue Bird dalam memberikan informasi atau menjelaskan kepada penumpangnya tentang atraksi, amenitas, maupun aksesibilitas (unsur 3A) di masing-masing destinasi.

Baca Juga : Sukseskan Visit Wonderful Indonesia 2018, Kemenpar dan Blue Bird Bangun Kemitraan

Contohnya menerangkan tentang atraksi yang menarik pada hari atau minggu ini. Hotel (amenitas) apa yang memberi diskon atau kuliner apa yang menjadi top-10, maupun akses yang paling cepat dan nyaman bagi wisatawan. Semua informasi akan mudah ditampilkan dalam smartphone pengemudi.

Namun, saat ini, aplikasi tersebut dalam proses pengerjaan. “Aplikasi itu pihak Blue Bird yang men-develop, nanti sama-sama kita kembangkan. Saya mau namanya WISA,” ujar Menpar Arief Yahya.

100 driver Blue Bird yang mengikuti ToT, disiapkan sebagai calon pelatih (trainer). Mereka nantinya bertindak sebagai satgas pelatihan bagi rekan-rekan driver lain dalam kelas-kelas selanjutnya.

Arief Yahya berharap dengan adanya pelatihan ini, para pengemudi Blue Bird dapat menjadi konsultan destinasi wisata. “Layaknya seorang konsultan, para pengemudi ini akan lihai memberikan rekomendasi mengenai hotel, restoran, mall serta destinasi wisata yang menarik dikunjungi wisatawan,” jelas Arief Yahya.

Program pelatihan ToT WISA ini bagian dari Perjanjian Kerjasama (PKS) program Co-Branding Wonderful Indonesia Kemenpar dengan Blue Bird Group. Kemitraan ini dibangun karena Blue Bird sebagai perusahaan transportasi terbesar; memiliki 23.000 taksi tersebar di 18 kota di seluruh Indonesia dan telah dipercaya melayani sejak tahun 1972. Memiliki performa pelayanan yang optimal, baik dalam ketepatan waktu menjawab setiap pesanan, kondisi taksi yang nyaman dan bersih, serta kemudahan dalam aplikasi digital my bluebird.

Ismail Sidik