travelounge.co | Jakarta, 29 Januari 2026 – Final Diplomat Success Challenge (DSC) Season 16 resmi menetapkan para pemenang yang berkomitmen memperkuat ekosistem wirausaha Indonesia di tengah dinamika ekonomi nasional.
Ajang ini menegaskan pentingnya membangun ekosistem wirausaha Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui program Wismilak Foundation, pelaku usaha muda kini memiliki wadah untuk naik kelas dan bersaing di pasar global.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI, Maman Abdurrahman, hadir memberikan dukungan pada puncak acara Final DSC Season 16.
Ia menilai konsistensi pendampingan sangat penting. Pendampingan membantu pelaku usaha bertahan sekaligus berkembang di tengah dinamika global.
Wismilak Foundation dinilai konsisten memperkuat pondasi ekonomi nasional selama 16 tahun terakhir. Komitmen ini turut mendorong lahirnya wirausahawan muda yang lebih siap bersaing.
DSC Season 16 tidak hanya menjadi kompetisi bisnis. Program ini juga berperan membangun jejaring pengusaha muda di berbagai daerah.
Surjanto Yasaputera, Ketua Dewan Komisioner DSC, menegaskan bahwa penilaian peserta dilakukan secara menyeluruh. Penilaian mencakup karakter, mental, dan kesiapan usaha.
Sistem Penilaian DSC Dorong Kualitas Wirausaha
Fokus penilaian DSC mengacu pada konsep 3P yang menjadi standar dasar bagi setiap peserta.
Tiga aspek tersebut dirancang untuk memastikan peserta tidak hanya unggul secara ide, tetapi juga matang secara karakter.
Aspek utama dalam penilaian DSC meliputi:
- Paham: Memiliki pemahaman kuat terhadap model bisnis dan pasar
- Piawai: Mampu mengeksekusi strategi serta mengelola operasional usaha
- Persona: Menunjukkan karakter kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif
Tahun ini, inovasi program Founder’s Arena menjadi tantangan utama bagi para peserta. Program ini menguji kemampuan bertahan di bawah tekanan.
Dalam fase tersebut, kecepatan mengambil keputusan menjadi faktor penting. Selain itu, daya adaptasi juga menjadi penentu penilaian dewan juri.
Lean Lab Raih Best of The Best DSC Season 16
Momen puncak terjadi saat Jonathan Holiyanto dari Lean Lab dinobatkan sebagai peraih Best of The Best DSC Season 16.
Lean Lab menarik perhatian juri lewat inovasi selai bubuk sehat rendah lemak dan tinggi protein.
Produk ini dinilai relevan dengan gaya hidup masyarakat urban. Selain praktis, aspek kesehatan tetap menjadi fokus utama.
Atas pencapaian tersebut, Jonathan menerima hibah modal usaha sebesar Rp 320 juta. Ia juga mendapatkan pendampingan intensif dari mentor profesional.
Selain Lean Lab, DSC Season 16 menyalurkan total hibah usaha sebesar Rp 2,5 miliar kepada berbagai peserta potensial.
Para penerima hibah berasal dari beragam sektor industri. Mulai dari kuliner, teknologi, hingga industri kreatif dan fesyen.
Beberapa penerima hibah antara lain:
- F&B: Bela Putra Perdana (Rumah Tempe Indonesia), Ghea Anisa (Roti Kembang)
- Teknologi: Sidhi Umbara (Revelware Technology), Kevin Ananta Marga (Vityuu Sweet Block Spray)
- Kriya & Fesyen: Dhea Febrina (Klab Serru!)
Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada Ganari sebagai The Most Innovative Business. Sementara itu, Sigma Project meraih The Most Creative Business.
Keberhasilan para pemenang juga didukung oleh ekosistem Diplomat Entrepreneur Network. Jejaring ini membuka akses kolaborasi dan peluang pasar.
Kolaborasi Pentahelix Perkuat Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
Memasuki tahun ke-16, DSC memperluas kolaborasi pentahelix dengan berbagai pihak strategis. Kolaborasi melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, hingga pelaku industri.
Program Initiator DSC, Edric Chandra, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 pihaknya memperluas jaringan mitra. Tujuannya untuk memperbesar dampak program.
Beberapa mitra strategis yang terlibat antara lain APINDO dan Food Startup Indonesia. Kolaborasi ini membuka akses pasar dan pendanaan bagi peserta.
Sisi budaya juga menjadi perhatian. DSC menggandeng Mangkunegaran dan Batik Iwan Tirta untuk menjaga identitas lokal dalam inovasi bisnis.
Di sektor akademik, kerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan membantu peserta menyusun Sustainability Company Profile berbasis ESG.
Langkah ini dinilai penting agar bisnis peserta tidak hanya tumbuh, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Ke depan, UMKM Indonesia diharapkan mampu masuk dalam rantai pasok global. Karena itu, kualitas tata kelola bisnis menjadi faktor kunci.
Dengan ekosistem yang semakin kuat, DSC diyakini menjadi fondasi penting bagi kewirausahaan nasional.
Semangat para wirausahawan muda diharapkan mampu menginspirasi generasi berikutnya. Kontribusi mereka menjadi bagian nyata dalam memperkuat ekonomi Indonesia.(Wulan A./Harish E.)














