Today

Kisah Cheriatna Membangun Bisnis Wisata Halal Bersama 14 Anaknya dari Nol

Rhadzaki

kisah cheriatna membangun bisnis wisata halal

travelounge.co | Jakarta — Membangun bisnis dari titik nol sambil membesarkan 14 anak bukan perjalanan yang sederhana. Namun bagi Cheriatna dan Farida Ningsih, justru dari dinamika keluarga besar itu lahir Cheria Holiday, salah satu pelopor wisata halal di Indonesia.

Perjalanan mereka bukan tentang jumlah anak yang banyak, melainkan tentang ketekunan dan keberanian menanamkan nilai entrepreneurship sejak dini kepada keluarga.

Perjuangan Awal Pernikahan

Di awal pernikahan, kondisi ekonomi mereka sangat terbatas. Selama hampir setahun, menu sehari-hari hanya nasi dan garam. Cheriatna mencoba berbagai pekerjaan, dari menjual koran sampai mengayuh odong-odong. Ia juga membuka usaha kecil seperti menjual sembako dan menyediakan jasa digital marketing berbasis blog.

kisah cheriatna membangun bisnis wisata halal

Meski sering jatuh bangun, pengalaman belajar di Jepang membuat Cheriatna tetap berpikir positif. Dari rumah, ia memasarkan properti dan paket wisata luar negeri hingga akhirnya bisa mengajak istrinya berlibur ke luar negeri.

Tahun 2010, kerja sama dengan sebuah agen travel berakhir. Alih-alih berhenti, pasangan ini memilih merintis usaha sendiri, yang kemudian berkembang menjadi Cheria Holiday.

Lahirnya Cheria Holiday dan Visi Wisata Halal

Nama Cheria terinspirasi dari makna keceriaan. Harapannya sederhana, setiap perjalanan wisata halal yang mereka rancang membawa kebahagiaan dan rasa aman bagi wisatawan Muslim yang ingin menjelajahi dunia.

Bagi Cheriatna, Cheria Holiday bukan sekadar bisnis, tetapi juga sarana dakwah. Ia ingin memastikan wisatawan dapat berperjalanan dengan makanan halal, jadwal ibadah yang terjaga, serta akomodasi yang sesuai syariat di berbagai negara.

Mendidik 14 Anak Tanpa Sekolah Reguler

Salah satu hal paling mencolok dari keluarga ini adalah metode pendidikan anak. Semua anak mereka tidak menjalani sekolah formal. Cheriatna dan Farida memilih pendidikan nonformal seperti kelompok belajar agar anak-anak dapat fokus pada minat dan karakter masing-masing.

Farida sendiri memiliki tiga gelar sarjana dan pengalaman akademik yang panjang, namun ia merasa sebagian besar pengetahuan formal tidak terlalu relevan dengan bisnis keluarga. Ia akhirnya memilih mendidik anak sesuai minat dan potensi mereka, sambil menanamkan kemampuan berbisnis sejak dini.

Perjalanan Haru dari 14 Kehamilan

Tidak semua perjalanan keluarga ini berjalan mulus. Farida pernah kehilangan anak pertamanya karena kondisi kehamilan yang tidak disadari. Dua kehamilan lainnya juga berakhir keguguran.

Setelah masa duka itu, Tuhan menganugerahi mereka sebelas anak yang tumbuh bersama hingga hari ini. Kehadiran Asma, anak bungsu yang lahir pada 2023, mereka sebut sebagai hadiah indah di usia pernikahan perak.

Tujuh Anak Menjadi Pilar Bisnis Cheria Holiday

Dari 14 anak, tujuh kini terlibat langsung dalam bisnis keluarga dan menduduki peran strategis.

Chefa fokus pada B2B, Rabitha mengembangkan produk tur, Refah menangani keuangan, Zaka menjadi konsultan tur, sementara Radja, Ridho, dan Muthiah bergerak di bidang konten media sosial.

Sinergi keluarga inilah yang membuat Cheria Holiday berkembang sebagai salah satu pelopor wisata halal yang dikenal luas hingga hari ini. (Rhadzaki)

Related Post