Menggugah Hati, Penyandang Attention Deficit Hyperactive Disorder Pamerkan Lukisannya

Travelounge

Penyandang Attention Deficit Hyperactive Disorder Pamerkan Lukisannya

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Ini sungguh menggugah hati. Pameran lukisan karya Raynaldy Halim, penyandang Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD) digelar di Balairung Susilo Soedarman, Kementerian Pariwisata.

Dalam pameran ini memang cuma belasan lukisan yang dipamerkan disini. Tapi asal tahu saja ya, sebetulnya ada ribuan lukisan goresan Raynaldi yang sangat luar biasa tersimpan di rumahnya. Saking produktifnya, pada 9 Sept 2018 Raynaldy meraih Rekor MURI sebagai Lukisan Terbanyak Karya Anak Berkemampuan Khusus Diagnosia Disable/Difable.

Tapi dibalik karya yang dipamerkan ini, sesungguhnya terdapat proses yang cukup panjang untuk mewujudkan karya seni itu. Lamanya proses dalam berkarya itu tiada lain karena adanya penyelarasan dengan banyak persoalan, seperti yang dialami secara mendasar oleh anak-anak penyandang autisme. Dan itu bukan pekerjaan mudah.

“Selain faktor emosi, hal yang terpenting dalam berkarya adalah melatih motorik halus, kelenturan tangan, fokus pada yang dilihat dan dikerjakan,” kata Syamsuar, ayah kandung Raynaldi.

H.Raseno Arya, SE, MM, Koordinator Calender of Ivent, Kemenpar saat membuka pameran itu mengatakan, bahwa melalui pameran yang berlangsung 29 Juli – 2 Agustus 2019, masyarakat bisa melihat lebih dekat kondisi anak-anak berkebutuhan khusus yang tidak sepenuhnya tertangani pemerintah.

Karya lukisan pada pameran itu, menurut Raseno, merupakan pesan secara visual anak-anak yang mengalami keterbatasan dalam komunikasi verbal. Namun secara kekaryaan yang dibuat anak autis ini merupakan hal luar biasa.

Sedangkan, menurut Agustini, ibu kandung Raynaldy, gangguan ADHD sering dikaitkan keterbatasan intelektual dan kesulitan dalam kordinasi. Namun dalam pameran tersebut, Raynaldy yang lahir pada 9 September 1997 ini bekerja sama dengan ibunya memperlihatkan keunggulan dalam minat seni. Karya lukisan yang dipamerkan cukup beragam. Ini adalah ukisan ekspresi abstrak yang terdeskripsi.

Dulu, tutur Syamsuar, Raynaldy lahir normal dan bisa bicara. Namun pada usia 16 bulan mulai keliatan regresi(kemunduran) sampai akhirnya tidak bisa bicara sama sekali.

Oleh dokter Raynaldy di diagnosa ADHD = Attention Deficit Hyperactive Disorder yaitu salah satu spectrum Austisma. Berbagai terapi baik di dalam maupun diluar negeri telah dilakukan untuk menghilangkan gejala Autismanya.

ADHD adalah gangguan perilaku yang dimulai dari masa anak-anak, dan bisa memengaruhi hingga remaja dan dewasa. Dilansir dari National Institute of Mental Health, ADHD adalah gangguan yang terjadi pada otak, ini ditandai dengan kurangnya perhatian dan/atau hiperaktif serta impulsif yang mengganggu fungsi dan perkembangan otak anak.

Baca Juga: Banyuwangi Ethno Carnival yang Bikin Menpar Terperangah

Anak dengan ADHD mengalami kesulitan untuk tetap fokus. Ia biasanya tidak betah jika harus duduk dan belajar dalam waktu lama. Namun, hal ini bukan karena mereka kurang paham dengan apa yang sedang mereka pelajari.

Anak ADHD merupakan anak yang hiperaktif. Mereka suka terus bergerak, bahkan mungkin sampai mengganggu teman yang ada di dekatnya. Mereka juga suka bertindak impulsif. Artinya, mereka suka melakukan tindakan yang tiba-tiba tanpa memikirkannya terlebih dahulu, mereka tidak suka menunda keinginan atau kepuasan.

Sang ayah terus mencati jalan bagi kebaikan Raynaldy, hingga akhirnya menemukan jalan ekspresi Raynaldy dengan mekukis. Yah, dengan kegiatan melukislah Aldy mulai keliatan lebih tenang dan membaik karena bisa mengekspresikan pikiran dan keiinginannya diatas kanvas.

Raynaldy mulai intensif melukis abstrak (abstract expression) sejak Mei 2017. Ia pun asyik disitu. Ia ikut berbagai kegiatan dan pameran lukisan. Baik di dalam maupun luar negeri, seperti di Prancis.

Lalu pada tahun 2018, setahun sejak mulai melukis, Aldy diberikan rekor MURI sebagai Anak Berkemampuan Khusus yang melukis lebih dari 1000 karya dalam waktu satu tahun oleh Museum Rekor Indonesia Jaya Suprana.

Kini di usianya yang hampir 22 tahun Aldy telah berpameran 18 kali dalam kurun waktu 1,5 tahun saja. Bahkan buku biografi Aldy dengan judul : Monolog Aldy, Kisah Inspiratif Artistika Lukisan Penyandang Autisma, telah diterbitkan oleh Gramedia dengan pengarang seorang kurator terkenal Bpk Agus Dermawan T dengan kata pengantar oleh Mr. Jean Couteau dari Prancis.

Dr.Jean Couteau menegaskan, sapuan warna yang menyembur, memancar dalam buket-buket pelangi: lelehan yang menggumpal entah bagaimana di dalam rupa tak berbentuk pasti. Seolah itu adalah tumpahan energi yang belum berawal dan belum juga berujung, dengan pendaran-pendaran yang menakjubkan. Sejajaran menifestasi yang bisa kita duga bukan sebagai sebuah upaya untuk mencari realita, tetapi upaya untuk mencari diri.

Minat melihat karya Raynaldy Halim, datang aja ke Gedung Sapta Pesona, Kemenpar. Tapi lepas itu bisa juga dilihat di :

•Bentara Budaya Palmerah Selatan 17 Jkt, Maybank. Plaza Senayan, Panin Bank Senayan Jkt, Gedung Hadiparana Kemang Rava 30 Jkt, JS Luwansa Hotel, HR Rasuna, Said C-22 Jkt , Artotel Thamrin Jkt. RS Mayapada Lebak bulus Jaksel, Rooseno Plaza. Kemang Utara Raya no. 11kt, Chevreuse, Paris, Perancis.

• TIM Galery 31kt , Green Pramuka Square Lobby Jkt, Museum Bank Indonesia Jakarta, Kota Galery nasional Indonesia Jkt Balai Budaya BaIi-Denpasar, Lobby Bank Panin Senayan Jkt. Hotel Kristal. JI Tarogong Jaksel Bentara Budaya Palmerah Selatan 17 Jkt Jl. Medan Merdeka Barat, Jkt Pameran Kilat Darurat Utusan Sosial . Bentara Budaya Bali 10-29 Agst 2019, Pameran Artpreneur -Pasung Kapal LepasCiputra Artpreneur 27 Agustus 2019

Ismail Sidik

Berbagi: