Seni Tradisi Banyuwangi yang Penuh Daya Pukau

Seni Banyuwangi yang Penuh Daya Pukau

TRAVELOUNGE.CO I JAKARTA – Duta seni Kabupaten Bayuwangi menampilkan beberapa seni tradisi yang penuh daya pukau, semisal Tari Gandrung Kembang Menur, Menjeng dan Baritan. Selain itu, ditampilkan juga grup musik Patrol Kawitan untuk mengiringi sejumlah lagu dengan komposisi resembling jazz. Juga untuk persembahan Fitri Karlina dan Danang Pradana Dieva, artis penyanyi dangdut asal Banyuwangi. Disusupi juga materi pertunjukan Dagelan (Lawak).

Ragam seni yang dipersembahkan selalu mendapat aplause yang luar biasa dari audiens yang memadati Anjungan, Jawa Timur, TMII. Mereka nampak sumringah menikmati seni tradisi kampung halaman. Penonton dari Ikawangi berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Serang dan sebagainya.

Selain menggelar berbagai potensi kesenian daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, juga membawa serta para penggiat usaha yang tergabung di UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Para pengusaha kirya ini memamerkan dan menjual sejumlah produk unggulan kerajinan dari Kabupaten Banyuwangi.

Dalam pergelaran ini, para seniman yang terlibat sebagai tim kreatif antara lain; Suko Prayitno, S.Pd (Penata Tari), Adelin Mustika Alam, S.Sn (Penata Musik), Monica Yerike Anggreani, S.Sn* (Penata Kostum dan Penata Rias), serta didukung puluhan pengrawit, penyanyi dan penari.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Banyuwangi, Dra. Peni Handayani, M.Sc menegaskan tentang pentingnya penajaman konsep kehidupan demokrasi yang berakar pada kesadaran dan keluhuran akal budi, antara lain melalui filosofi saling ’asah, asih dan asuh.’

Baca Juga: Wayang Orang Malangan, Manifestasi Kultur Kabupaten Malang

“Masyarakat Banyuwangi maju bersama di manapun. Dengan bertemu kita saling asah, saling asih, dan asuh. Filosofi tersebut menjadi modal kultural masyarakat Banyuwangi, selain potensi keindahan alamnya. Hal ini menjadi modal kita untuk menjadi yang terbaik,” papar Peni Handayani.

Duta seni dari Kabupaten Banyuwangi yang tampil ini di bawah pembinaan langsung Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Selaku Penasehat, adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY. Bramuda, S.Sos, M.BA, MM. Penanggungjawab Ir. Choliqul Ridha, M.Si (Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi), serta Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Nurhamim, S.Pd, M.Si bertindak sebagai Pimpinan Produksi.

Lalu yang bertindak sebagai Juri Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur adalah, Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Dra. Nursilah, M. Si.(Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), dan Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).

Mengakhiri agenda acara bulan Juni 2019 Anjungan Jawa Timur akan menampilkan duta seni daerah dari Kabupaten Magetan (30/06/2019). Bulan berikutnya menampilkan duta seni dari Kabupaten Trenggalek (07/07/2019), Kabupaten Pamekasan (14/07/2019), Kabupaten Nganjuk (21/07/2019), dan Kabupaten Bojonegoro (28/07/2019).

Ismail Sidik