travelounge.co | Jakarta, 26 Januari 2026 – AirAsia membuka rute baru Kuala Lumpur–Batam sebagai bagian dari strategi penguatan jaringan penerbangan internasional, konektivitas udara, dan rute baru kawasan Asia Tenggara.
Langkah ini dinilai memperluas akses perjalanan antara Malaysia dan Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata regional.
Kehadiran rute tersebut juga mempertegas peran AirAsia sebagai salah satu maskapai utama dalam memperkuat mobilitas lintas negara di kawasan.

AirAsia Malaysia (kode penerbangan AK) resmi meluncurkan penerbangan langsung Kuala Lumpur–Batam untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang terus meningkat antara kedua negara.
Rute ini sekaligus menambah pilihan perjalanan yang lebih praktis bagi wisatawan, pelaku bisnis, dan masyarakat yang rutin bepergian antara Malaysia dan Indonesia.
Dengan dibukanya rute baru ini, jaringan AirAsia antara Malaysia dan Indonesia kini mencakup 19 rute aktif.
Sepanjang 2025, AirAsia tercatat mengangkut hampir tiga juta penumpang dari dan ke kedua negara tersebut.
Angka tersebut mencerminkan tingginya minat perjalanan lintas negara sekaligus memperkuat posisi pasar Indonesia dan Malaysia sebagai pasar utama AirAsia di Asia Tenggara.
Data Badan Pusat Statistik Batam menunjukkan bahwa sepanjang 2025, Batam mencatat lebih dari 120.000 kunjungan wisatawan mancanegara.
Wisatawan asal Malaysia berkontribusi sekitar 23 persen dari total kunjungan tersebut.
Kehadiran rute langsung Kuala Lumpur–Batam diproyeksikan akan mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Malaysia ke Batam.
Selain berdampak pada sektor pariwisata, konektivitas baru ini juga dinilai mampu memperkuat hubungan ekonomi dan sosial antara kedua wilayah.
Rute ini juga dinilai strategis karena sejalan dengan kampanye Visit Malaysia 2026.
Program tersebut menargetkan kunjungan 4,6 juta wisatawan asal Indonesia ke Malaysia sepanjang 2026.
Di sisi lain, Indonesia juga menargetkan capaian hingga 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun yang sama.
AirAsia Perkuat Jaringan Malaysia–Indonesia
CEO AirAsia Malaysia, Kapten Fareh Mazputra, menyampaikan bahwa pembukaan rute Kuala Lumpur–Batam membuka lebih banyak peluang bagi perjalanan wisata, bisnis, dan pertukaran budaya.
Menurutnya, wisatawan Malaysia dan Singapura selama ini menjadi salah satu kontributor utama kunjungan ke Batam.
Rute langsung ini juga mempermudah wisatawan dari negara lain yang transit di Kuala Lumpur untuk melanjutkan perjalanan ke Batam.
Sebaliknya, masyarakat Batam kini memiliki akses yang lebih luas menuju berbagai destinasi internasional melalui jaringan AirAsia dari hub utama Kuala Lumpur.
Konektivitas ini dinilai penting, terutama bagi segmen pelaku usaha dan profesional yang membutuhkan akses perjalanan cepat dan efisien.
AirAsia menegaskan bahwa layanan baru ini tetap mengusung komitmen perusahaan dalam menyediakan penerbangan dengan harga terjangkau bagi berbagai segmen penumpang.
Penguatan jaringan lintas negara ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang AirAsia dalam memperluas pangsa pasar di kawasan Asia Tenggara.
Maskapai ini memandang Indonesia dan Malaysia sebagai pasar yang saling terhubung, baik dari sisi pariwisata, ekonomi, maupun mobilitas masyarakat.
Kolaborasi antarnegara melalui jalur udara dinilai semakin relevan di tengah pemulihan industri perjalanan pascapandemi.
Batam Makin Strategis sebagai Destinasi Wisata dan Bisnis
Batam dikenal sebagai salah satu pintu masuk utama Indonesia bagi wisatawan dari Malaysia dan Singapura.
Letaknya yang strategis di Kepulauan Riau menjadikan kota ini mudah diakses sekaligus memiliki peran penting dalam arus mobilitas regional.
Selain sebagai kawasan industri, Batam juga berkembang sebagai destinasi wisata yang ramah bagi berbagai segmen wisatawan.
Kota ini menawarkan kombinasi antara wisata alam, pengalaman budaya, serta fasilitas perkotaan yang modern.
Sejumlah daya tarik Batam yang diminati wisatawan antara lain:
- Pantai dan resort pesisir dengan akses mudah dari pusat kota
- Jembatan Barelang sebagai ikon arsitektur dan spot fotografi
- Wisata sejarah dan budaya lokal Melayu
- Pusat perbelanjaan dan kuliner dengan harga kompetitif
- Aktivitas keluarga seperti waterpark dan wisata bahari
Konektivitas udara langsung dari Kuala Lumpur diyakini akan memperkuat posisi Batam sebagai destinasi short escape bagi wisatawan Malaysia.
Bagi wisatawan Singapura, rute ini juga membuka opsi perjalanan tambahan melalui koneksi Kuala Lumpur.
Pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata Batam diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat promosi destinasi.
Peningkatan akses penerbangan biasanya berdampak langsung terhadap pertumbuhan okupansi hotel, pergerakan sektor kuliner, serta aktivitas ekonomi kreatif lokal.
Dengan semakin terbukanya jalur internasional, Batam berpotensi memperluas pasar wisatawan tidak hanya dari Malaysia dan Singapura, tetapi juga dari negara lain di kawasan.
Peluncuran rute Kuala Lumpur–Batam pun dinilai bukan sekadar ekspansi jaringan, tetapi juga bagian dari ekosistem pertumbuhan pariwisata regional.
Ke depan, konektivitas semacam ini diperkirakan akan semakin dibutuhkan seiring meningkatnya tren perjalanan jarak dekat di Asia Tenggara.(Harish E.)














