Today

Indonesia AirAsia Perkuat Jaringan Penerbangan 2026 Lewat Virtual Hub Makassar dan Rute Baru

Travelounge

Pesawat Indonesia AirAsia 2026 di apron bandara

travelounge.co | Jakarta, 26 Januari 2026 – Indonesia AirAsia memperkuat strategi pertumbuhan 2026 melalui ekspansi jaringan penerbangan yang sejalan dengan tren pemulihan sektor pariwisata nasional, sebagaimana tercermin dalam topik maskapai hemat, penerbangan domestik, dan rute internasional.

Langkah ekspansi ini menempatkan Makassar sebagai pusat konektivitas baru kawasan timur Indonesia, sekaligus mendukung penguatan pariwisata Indonesia.

Strategi tersebut juga mempertegas posisi Indonesia AirAsia dalam memperluas akses perjalanan udara yang lebih efisien dan terjangkau.

Pesawat Indonesia AirAsia 2026 di apron bandara

Indonesia AirAsia mengumumkan rencana pengoperasian sejumlah rute domestik utama yang menghubungkan Surabaya, Makassar, Kendari, Palu, dan Luwuk mulai 2026.

Selain itu, maskapai ini juga menyiapkan pembukaan rute internasional Denpasar menuju Melbourne dan Da Nang dalam tahun yang sama.

Untuk memperkuat jaringan Australia, frekuensi penerbangan Denpasar–Adelaide akan ditingkatkan hingga beroperasi setiap hari.

(Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, menyampaikan bahwa pengembangan jaringan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang terus meningkat.

Menurutnya, kawasan Indonesia timur membutuhkan akses penerbangan yang lebih terintegrasi dan efisien.

Indonesia AirAsia juga berencana membentuk virtual hub di Makassar (UPG) sebagai sistem koneksi penerbangan yang memudahkan penumpang menjangkau lebih banyak destinasi melalui satu titik transit.

Strategi Indonesia AirAsia 2026 Perkuat Konektivitas Kawasan Timur

Kehadiran virtual hub Makassar diproyeksikan menjadi penggerak utama konektivitas antardaerah.

Selain itu, strategi ini memperkuat peran Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia bagian timur.

Tren perjalanan juga menunjukkan bahwa wisatawan kini cenderung memilih rute yang lebih efisien tanpa harus transit di bandara utama Pulau Jawa.

Sebagai bagian dari strategi operasional, Indonesia AirAsia menyiapkan reaktivasi tiga armada yang akan ditempatkan di Medan dan Surabaya.

Langkah ini bertujuan mendukung koneksi menuju berbagai destinasi internasional.

Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia mencatat kinerja positif dengan mengangkut 5,9 juta penumpang untuk rute domestik dan internasional.

Angka tersebut menjadi bagian dari total 9,3 juta penumpang AirAsia Group di Indonesia.

Komposisi penumpang juga relatif seimbang antara wisatawan Indonesia dan mancanegara.

Wisatawan inbound didominasi pasar utama seperti Malaysia, Australia, Tiongkok, dan Singapura.

Sementara itu, selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Indonesia AirAsia mengoperasikan lebih dari 3.000 penerbangan.

Maskapai ini menyediakan sekitar 550.000 kursi dengan tingkat keterisian mencapai 85 persen.

Total penerbangan tersebut mencakup 23 destinasi internasional dan 11 destinasi domestik.

Dalam periode tersebut, Indonesia AirAsia turut membawa sekitar 70.000 wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Potensi Pariwisata Daerah Makin Terbuka

Penguatan konektivitas udara sejalan dengan pemulihan pariwisata daerah, khususnya di Sulawesi Selatan.

Badan Pusat Statistik mencatat perjalanan wisatawan nusantara ke Sulawesi Selatan mencapai 3,29 juta perjalanan pada November 2025.

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar juga mencatat 13.008 perjalanan wisatawan nasional pada periode yang sama.

Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang tercatat mencapai 53 persen.

Angka ini menunjukkan sektor akomodasi masih stabil dan berpeluang tumbuh.

Secara nasional, kunjungan wisatawan mancanegara pada November 2025 mencapai 1,20 juta kunjungan.

Australia menjadi salah satu pasar utama dengan kontribusi sekitar 135 ribu kunjungan.

Selain itu, wisatawan asal Vietnam yang berkunjung ke Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat mencapai 80.313 kunjungan.

Rute-rute baru Indonesia AirAsia juga relevan dengan karakter destinasi yang dihubungkan.

Kendari dan Palu dikenal sebagai akses menuju wisata bahari dan alam Sulawesi.

Luwuk menawarkan daya tarik wisata pesisir, budaya lokal, serta akses menuju kawasan Banggai.

Di tingkat internasional, Bali tetap menjadi magnet utama pariwisata Indonesia.

Sementara itu, Melbourne menawarkan pengalaman kota kreatif dengan kekuatan seni dan kuliner.

Da Nang berkembang sebagai destinasi populer berkat kombinasi wisata pantai, budaya, dan kuliner.

Beberapa rute strategis Indonesia AirAsia yang disiapkan untuk 2026 meliputi:

  • Surabaya – Makassar
  • Makassar – Kendari
  • Makassar – Palu
  • Makassar – Luwuk
  • Denpasar – Melbourne
  • Denpasar – Da Nang
  • Denpasar – Adelaide (frekuensi harian)

Dengan strategi tersebut, Indonesia AirAsia menegaskan komitmennya dalam memperluas akses penerbangan dan mendukung pertumbuhan pariwisata nasional.(Harish E.)

Related Post